Menghadirkan Relawan yang Responsif, BAZNAS KBB Berikan Pelatihan Tanggap Bencana pada UPZ se-Bandung Barat

Foto/BANDUNGSATU.COM

BANDUNGSATU.COM – Untuk semakin memperkuat Program Baznas Tanggap Bencana, Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Bandung Barat menggelar Pelatihan Baznas Tanggap Bencana yang diikuti Unit Pengumpul Zakat (UPZ) se-Bandung Barat, Sabtu dan Minggu, 21, 22 Desember 2024 di Nafas Jayagiri Camping Ground, Lembang, Bandung Barat.

Pelatihan Tersebut disambut baik oleh BAZNAS Pusat dengan dihadiri Staff dan Data Pelaporan BAZNAS Pusat, Divisi Kebencanaan Republik Indonesia, Andi.

Andi merespon positif Baznas KBB yang telah memberi sosialisasi pada UPZ di tingkat Desa se-Bandung Barat. Nantinya, kata Andi para peserta pelatihan akan mensosialisasikan informasi kebencanaan pada warga di Desanya sekaligus memperluas jangkauan muzakki (pemberi zakat) untuk terlibat menjadi donatur kebencanaan.

”Mereka ini bisa menjadi mulut, telinga kita, mata kita di setiap desa yang ada di Bandung Barat,” kata Andi.

Andi sendiri mengatkan bahwa BAZNAS sejak berdirinya, sebenernya sudah peduli dengan kebencanaan, namun dibuat menjadi sistem, BAZNAS Tanggap Bencana, dimulai pada tahun 2016.

”Yang pasti kami akan memaksimalkan layanan BAZNAS yang sudah ada dan memastikan layanan itu berjalan dengan efektif, efisien dan benar-benar maksimal dirasakan oleh masyarakat, utamanya para mustahik,” jelas Andi.

Pelatihan ini kata Andi sudah didorong untuk diadakan di 30 Provinsi dengan jangkauan lebih dari 300 Kota dan Kabupaten agar bisa memiliki visi yang sama ketika terjadi bencana.
”Kami terus dorong pelatihan semacam ini agar bisa satu pergerakan, satu frame, bahwa BAZNAS peduli dengan penanggulangan bencana yang ada di Indonesia,” kata Anda.

”BAZNAS sendiri sejak berdirinya BTB di 2016 sudah hadir di sejumlah bencana yang terjadi di Indonesia baik Nasional dan lokal,” pungkas Anda.

Sementara itu Ketua BAZNAS Bandung Barat, Iing Nurdin mengatakan, Bandung Barat termasuk daerah yang memiliki kerawanan sangat tinggi oleh karenanya pelatihan perlu dilakukan agar para peserta nantinya bisa menjadi garda terdepan untuk memberikan bantuan awal saat terjadi bencana.

”Dalam konteks tersebut kami BAZNAS Bandung Barat sebagai kepanjangan tangan BAZNAS Republik Indonesia yang memiliki program BAZNAS Tanggap Bencana melaksanakan pelatihankebencanaan bagi UPZ di tingkat Kecamtan dan tingkat Desa, ” kata Iing.

”Maksudnya adalah agar UPZ tingkat Kecamatan dan Desa bisa menjadi garda terdepan dalam proses tanggap darurat bencana atau bisa menjadi literasi kebencanaan bagi masyarakat yang ada di Bandung Barat,” imbuh Iing.

Pelatihan ini menjadi penting karena menurut Iing, yang memahami kondisi kultur dan sebagainya itu adalah UPZ yang ada di Desa dan Kecamatan, sehingga masyarakat bisa memahami apa yang harus dilakukan untuk meminimalisir bencana yang ditimbulkan imbas bencana.

Sementara Itu Wakil Ketua 2 BAZNAS Bandung Barat, Saiful Rahman mengatakan bahwa BTB perannya sangat strategis dalam penanggualan bencana, karena bisa menjadi yang paling awal dalam penanganan bencana.
”Dengan adanya BTB ini bisa cepat, menyikapi kejadian alam yang ada di Bandung Barat, karena di setiap kecamatan kami sudah memiliki para relawan. Mereka lah yang bisa segera bergerak saat bencana terjadi, sehingga kita bisa langsung memberikan logistik yang ada di BAZNAS saat bencana terjadi,” jelas Saiful.

Selain pada masyarakat, BAZNAS juga sudah memberikan pelatihan di tingkat pendidikan, sehingga para siswa di sekolah pun bisa memahami apa yang harus dilakukan saat bencana terjadi.

”Kami selain sosialisasi juga memberikan edukasi pada masyarakat kami juga sudah memberikan edukasi pada para siswaagar bisa menghindari dampak dari bencana, sehingga paling tidak, saat terjadi bencana mereka bisap melindungi dirinya, kata Saiful. ”

Saiful juga menegaskan bahwa BAZNAS KBB di jabar sudah menjadi yang terdepan di Jawa Barat terkait dengan kebencanaan. UPZ kata Saiful terbukti responsif saat terjadi bencana.

Dalam pelatihan yang dihadiri setidaknya 70 peserta ini, para nara sumber yang hadir tidak hanya dari BAZNAS Republik Indonesia, melainkan juga hadir pemateri dari Badan Penangggulangan Bencana Daerah Bandung Barat dan stake holder bencana lainnya. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *