Pengamat Politik Arlan Siddha: Banyak Figur Artis Mencalonkan Diri Jadi bupati dan Wakil Bupati, Membuat Suhu Politik KBB Cukup Panas

Pengamat Politik dari Unjani, Arlan Siddha. Foto/Istimewa

BANDUNGSATU.COM – Pengamat Politik dan Pemerintahan Universitas Jenderal Achmad Yani, Arlan Siddha menilai Kabupaten Bandung Barat (KBB) menjadi daerah dengan kontestasi paling menarik, pada perhelatan Pilkada Serentak 2024 ini.

Arlan mengatakan, banyaknya pasangan calon (Paslon) dan keterlibatan figur artis yang mencalonkan diri sebagai Bupati dan Wakil Bupati Bandung Barat, membuat suhu politik di KBB cukup panas sejak awal. Selain itu ke-lima paslon memiliki kapasitas dan kapabilitas kepemimpinan yang mumpuni.

Seperti diketahui, ada lima calon Bupati dan Wakil Bupati Bandung Barat, yaitu pasangan Didik Agus Triwiyono-Gilang Dirgahari (nomor urut 1), Jeje Ritchie Ismail-Asep Ismail (nomor urut 2), Hengky Kurniawan -Ade Sudrajat (nomor urut 3), Edi Rusyandi-Unjang Asari (nomor urut 4), dan Sundaya-Asep Ilyas (nomor urut 5).

Dua diantara para kandidat tersebut dikenal luas sebagai artis, yaitu Jeje Ritchie Ismail dan Gilang Dirga.

“Pilkada Bandung Barat yang paling menarik. Pertama ada lima Paslon dan salah satunya dari independen. Kedua adalah semua Paslon memiliki kapasitas dan kapabilitas yang bisa dikatakan unggul. Artinya mereka memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing, baik paslon nomor 1, nomor 2, nomor 3, empat dan lima,” kata Arlan , Minggu (24/11).

Arlan menilai, konstelasi politik di Bandung Barat menjadi menarik kare dipengaruhi pula oleh geografisnya yang luas. Sehingga strategi-strategi yang digunakan para calon beragam.

Berbeda dengan sejumlah pengamat, Arla justru menilai meski beberapa diantara para kandidat adalah pesohor, namun dengan banyaknya pasangan calon, maka mereka justru memiliki kans yang sama untuk menang.

“Karena ada lima calon jadi tidak mungkin ada yang mendapatkan 50 persen itu tidak mungkin karena banyak. Paling barter diangka 20 sampai 30 persen udah bagus. Karena calonnya banyak,” jelasnya.

Ia juga mengatakan, keterlibatan figur artis dalam perhelatan Pemilihan Bupati (Pilbup) Bandung Barat berhasil memantik atensi yang lebih dari berbagai unsur termasuk masyarakat. Ia mencontohkan calon Bupati nomor urut 2 memiliki banyak endorsmen dari tokoh-tokoh tersohor.

“Pasangan Jeje-Asep Ismail misalnya, mereka didukung oleh banyak figur, mulai dari artis. Jadi nomor dua ini cukup mencolok karena gerakan-gerakan mereka tersebar dan mereka percaya diri sekali karena didukung oleh Prabowo sebagai Ketum Gerinda. Lalu endorse dari Raffi Ahmad sebagai kakak ipar yang memiliki popularitas luar biasa,” kata Arlan.

Namun Arlan mengatakan, Jeje terlihat masih belum memahami kondisi dan permasalahan yang ada di Kabupaten Bandung Barat.

“Kekurangannya di nomor dua. Jeje ketika dihadapkan dengan isu-isu di KBB memang belum begitu bulat dia memahami konteksnya. Meskipun lambat laut dia juga mulai melihat,” imbuhnya.

Arlan menegaskan kelima paslon Bupati dan Wakil Bupati Bandung Barat memiliki peluang kemenangan yang hampir sama. Karena semua calon memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

“Pasangan Didik-Gilang misal kelebihannya dari sisi partai politik (parpol) dimana pasangan ini diusung oleh PKS yang mana memiliki suara yang luar biasa. Tapi di KBB penguasaan partai tidak terlalu jomplang.” katanya.

Arlan mengatakan kehadiran Gilang membawa nuansa baru alam kampanye kemarin karena kemampuan komunikasi publik yang baik.

Untuk pasangan nomor urut tiga Hengky-Ade, salah satu kelebihannya adalah sebagai incumbent. Serta sosok Hengky Kurniawan sebagai figur artis. Namun demikian kekurangannya dalam program yang dicanangkan tidak ada terobosan baru.

“Ini menarik karena Hengky Kurniawan merupakan petahana. Sebelumnya jadi Wakil pernah jadi Bupati tapi dia tidak bisa mengeksplorasi yang pernah ia kerjakan. Tapi sayangnya explore program ketika menjabat tidak menunjukkan hal-hal yang hebat di Bandung Barat,” jelas Arlan.

Semetara itu Arlan mengatakan, untuk paslon nomor urut 4 Edi-Unjang disampaikan Arlan, pasangan ini cukup memiliki potensi dengan kekuatan internal Partai Golkar dan PKB. Namun kurang memiliki popularitas ketimbang calon yang berasal dari figur keartisan.

“Misalnya Hengky sebagai petahana dan artis, Jeje oke, Gilang Dirga oke memiliki modal keartisan. Nah Edi Rusyandi ini datang dari latar politisi sehingga perlu effort yang yang banyak,” ujarnya.

Arlan mengungkapkan peluang kemenangan juga dimiliki oleh pasangan perseorangan atau independen yakni Sundaya – Asep Ilyas. Bahkan diakuinya gagasan yang dikeluarkan oleh Sundaya cukup bagus, dengan segudang pengalaman di selama menjabat sebagai legislatif di Bandung Barat.

Pasangan ini dinilai bisa menggambarkan apa yang akan dilakukan untuk memajukan Bandung Barat dengan isu-isu yang ada.

“Tapi sayangnya sekali lagi kekuatan partai politik masih menjadi kekuatan inti dalam kontestasi Pilkada. Jadi peluangnya agak kecil kecenderungan orang bergeser ke calon independen agak susah,” katanya.

“Karena di KBB hampir seluruh wilayah sudah di kapling oleh parpol. Misalnya di Lembang suara PDIP selalu bagus. Jadi independen ini mungkin peluang mendapatkan suaranya dari yang swing yang galau,” imbuh Arlan. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *