BANDUNGSATU.COM – Komunitas Sepakbola se-Kecamatan Lembang mendeklarasikan dukungan pada Paslon HADE, Jumat (22/11).
Dalam pernyataannya Ketua Komunitas Sepakbola Lembang Kukuh Wiguna mengatakan, komunitas sepakbola yang bergabung untuk mendukung Paslon HADE ada 35 klub.
”Dukungan kami pada Paslon HADE karena pasangan ini satu-satunya Paslon yang memiliki program yang mendukung persepakbolaan di KBB dengan membangun satu kecamatan satu lapangan yang bersatandar FIFA,” kata Kukuh.
”Kami juga nantinya di lingkungan masing-masing akan mensosialisasikan dukungan ini karena biasaya pesepakbola juga aktifis di lingkungannya. Jadi kami saiap memenangkan Paslon HADE di Lembang secara total,” imbuh Kukuh.
Kukuh juga berharap ke depannya setelah membangun satu lapangan satu Kecamatan, bisa dilanjutkan pula dengan satu lapangan satu Desa.
”Harapan ke depannya bisa satu lapangan satu Desa. Terus pembinaan usia dini juga harus disupport, karena banyak akademi di Bandung Raya juga banyak yang berbayar. Apalagi banyak waga yang kurang mampu,” kata Kukuh.
Ia mengatakan bahwa CSR juga bisa dilibatkan dalam pembinaan sepakbola usia dini tersebut, apalagi di Bandung Barat banyak potensi pesepakbola dari kalangan yang tidak mampu.
Kukuh sendiri adalah aktifis komunitas di sejumlah bidang seperti industri kreatif dan olahraga serta sosial. Ia sering melihat dan mebantu Hengki Kurniawan dalam melakukan aksi sosial yang tidak dipublish dan tidak viral di media sosial.
”Selama saya membantu aksi sosial, saya tahu persis kang Hengki banyak membantu warga tidak mampu dan itu tidak dipublikasikan, tidak diviralkan di media sosial. Jumlahnya banyak malah,” ujar Kukuh.
Ia mengatakan bantuan tersbut diberikan dari kocek pribadi Hengki, tanpa sepengetahuan banyak orang.
Pun soal lobby Hengki ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat menurut Kukuh sangat baik, sehingga banyak sekali bantuan Provinsi yang mengalir untuk pembangunan infrastruktur di KBB.
”Masa Hengki infrasturktur sangat maju. Pembangunan jalan, mempercantik Alun-Alun seperti di Cililin dan Lembang. Walau itu ada bantuan Provinsi, tapi itu terjadi karena adanya lobby yang bagus dari kang Hengki. Komunikasi beliau dengan Pemda Jabar dan pemerintah Pusat sangat baik. Tidak seperti yang lain yang baru wacana,” jelas Kukuh.
Kukuh sendiri mengatakan bahwa Lembang memiliki sejarah yang kuat soal sepakbola. Ia mengatakan bahwa hampir setiap tahun Lembang selalu melahirkan pemain Komunitas Sepakbola se-Kecamatan Lembang mendeklarasikan dukungan pada Paslon HADE, Jumat (22/11).
Dalam pernyataanya Ketua Komunitas Sepakbola Lembang Kukuh Wiguna mengatakan, komunitas sepakbola yang bergabung untuk mendukung Paslon HADE ada 35 klub.
”Dukungan kami pada Paslon HADE karena pasangan ini satu-satunya Paslon yang memiliki program yang mendukung persepakbolaan di KBB dengan membangun satu kecamatan satu lapangan yang bersatandar FIFA,” kata Kukuh.
”Kami juga nantinya di lingkungan masing-masing akan mensosialisasikan dukungan ini karena biasaya pesepakbola juga aktifis di lingkungannya. Jadi kami saiap memenangkan Paslon HADE di Lembang secara total,” imbuh Kukuh.
Kukuh juga berharap ke depannya setelah membangun satu lapangan satu Kecamatan, bisa dilanjutkan pula dengan satu lapangan satu Desa.
”Harapan ke depannya bisa satu lapangan satu Desa. Terus pembinaan usia dini juga harus disupport, karena banyak akademi di Bandung Raya juga banyak yang berbayar. Apalagi banyak waga yang kurang mampu,” kata Kukuh.
Ia mengatakan bahwa CSR juga bisa dilibatkan dalam pembinaan sepakbola usia dini tersebut, apalagi di Bandung Barat banyak potensi pesepakbola dari kalangan yang tidak mampu.
Kukuh sendiri adalah aktifis komunitas di sejumlah bidang seperti industri kreatif dan olahraga serta sosial. Ia sering melihat dan mebantu Hengki Kurniawan dalam melakukan aksi sosial yang tidak dipublish dan tidak viral di media sosial.
”Selama saya membantu aksi sosial, saya tahu persis kang Hengki banyak membantu warga tidak mampu dan itu tidak dipublikasikan, tidak diviralkan di media sosial. Jumlahnya banyak malah,” ujar Kukuh.
Ia mengatakan bantuan tersbut diberikan dari kocek pribadi Hengki, tanpa sepengetahuan banyak orang.
Pun soal lobby Hengki ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat menurut Kukuh sangat baik, sehingga banyak sekali bantuan Provinsi yang mengalir untuk pembangunan infrastruktur di KBB.
”Masa Hengki infrasturktur sangat maju. Pembangunan jalan, mempercantik Alun-Alun seperti di Cililin dan Lembang. Walau itu ada bantuan Provinsi, tapi itu terjadi karena adanya lobby yang bagus dari kang Hengki. Komunikasi beliau dengan Pemda Jabar dan pemerintah Pusat sangat baik. Tidak seperti yang lain yang baru wacana,” jelas Kukuh.
Kukuh sendiri mengatakan bahwa Lembang memiliki sejarah yang kuat soal sepakbola. Ia mengatakan bahwa hampir setiap tahun Lembang selalu melahirkan pemain bola yang hebat dan dapat berkirprah di kancah persepakbolaan nasional. Namun sudah lama Lembang tidak meahirkan bintang, karena tidak ada program Pemerintah yang mengurusi sepakbola di KBB, khususnya Lembang.
”Sudah satu dekade ini kita kehilangan itu, kehilangan jatidiri itu. Nah kita ingin mengembalikan, walaupun buakn sebagai pelaku namun memfasilitasi anak-anak atau adik adik generasi di bawah saya,” ungkap Kukuh.
Kukuh sendiri mengatkan sat ini sudah ada federasi sepakbola di KBB. Setidaknya federasi (Akab PSSI) bisa secara rutin menggelar turnamen dan pembinaan jelang remaja
”Peran Askab ini kurang maksimal, karena masih itu-itu terus pelakunya dan prestasinya juga begitu begitu saja. Padahal di KBB banyak potensi yang luar biasa,” jelas Kukuh.
Ia juga mangatakan bahwa Askab ini harus bisa berkomunikasi dengan semua stakeholder sepakbola di KBB dan juga terbuka akan apa yang diperlukan.
”Banyak pelatih-pelatih muda yang lebih baik pola pelatihannya dari Askab. Ini kan harusnya dilibatkan jika sepakabola di KBB ingin maju,” tegas Kukuh.
”Yang muda itu kan lebih modern dari developing dan pengelolaan kepelatihannya, dibanding pelatih senior yang menggunakan pakem-pekem lama dalam kepelatihannya. Harusnya diberikan kepercayaan kepada pelatih muda ini. Jangan seperti sekarang yang prestasinya justru lebih menurun,” pungkas Kukuh. yang hebat dan dapat berkirprah di kancah persepakbolaan nasional. Namun sudah lama Lembang tidak melahirkan bintang, karena tidak ada program Pemerintah yang mengurusi sepakbola di KBB, khususnya Lembang.
”Sudah satu dekade ini kita kehilangan itu, kehilangan jatidiri itu. Nah kita ingin mengembalikan, walaupun bukan sebagai pelaku namun memfasilitasi anak-anak atau adik adik generasi di bawah saya,” ungkap Kukuh.
Kukuh sendiri mengatakan saat ini sudah ada federasi sepakbola di KBB. Setidaknya federasi (Askab PSSI) bisa secara rutin menggelar turnamen dan pembinaan jelang remaja
”Peran Askab ini kurang maksimal, karena masih itu-itu terus pelakunya dan prestasinya juga begitu begitu saja. Padahal di KBB banyak potensi yang luar biasa,” jelas Kukuh.
Ia juga mangatakan bahwa Askab ini harus bisa berkomunikasi dengan semua stakeholder sepakbola di KBB dan juga terbuka akan apa yang diperlukan.
”Banyak pelatih-pelatih muda yang lebih baik pola pelatihannya dari Askab. Ini kan harusnya dilibatkan jika sepakabola di KBB ingin maju,” tegas Kukuh.
”Yang muda itu kan lebih modern dari developing dan pengelolaan kepelatihannya, dibanding pealtih senior yang menggunakan pakem-pekem lama dalam kepelatihannya. Harusnya diberikan kepercayaan kepada pelatih muda ini. Jangan seperti sekarang yang prestasinya justru lebih menurun,” pungkas Kukuh. (*)






