BANDUNGSATU.COM -Pasangan HADE, Hengki Kurniawan – Ade Sudrajat mempresentasikan peluang investasi di Kabupaten Bandung Barat, Selasa lalu (22/10). Presentasi itu digelar Hengki atas udangan IQI Malaysia
“Kemaren tanggal 22 Oktober 2024, Saya mendapatkan undangan dari IQI Malaysia untuk mempresentasikan peluang investasi di Kabupaten Bandung Barat. Alhamdulilah di tahun 2022 kami menjuarai pertumbuhan investasi di Bandung Barat dengan nilai investasi sebesar 12 triliun,” kata Hengki
Hengki pun mengungkapkan bahwa saat terpilih nanti ia akan membangun ikubator bisnis untuk membina anak muda dalam pengelolaan ekonomi.
“Ke depan kami pasangan HADE ( Hengki – Ade ) akan membangun HADE CREATIVE HUB DAN INKUBATOR BISNIS untuk anak-anak muda KBB agar bisa memasarkan berbagai potensi yang ada di Bandung Barat. Mulai dari properti, hasil pertanian, peternakan, paket wisata, dll,” tegas Hengki.
Ia juga mengatakan, pihaknya akan mendorong pengembangan industri kreatif di Bandung Barat, agar anak-anak muda bisa mandiri, dan menciptakan lapangan pekerjaan dan bukan menjadi pegawai kantoran.
“Kebijakan yang terukur, inshaaAllah akan memberikan dampak bagi peningkatan ekonomi di Bandung Barat. Kita pernah mencetak petani kopi yang sukses hingga export ke 3 Benua. Insha Allah bersama HADE ( Hengki – Ade ) kita wujudkan Bandung Barat Ekonomi Kuat 2030,” jelas Hengki.
Sementara, sebelumnya itu saat berkunjung di Cipatat, Cikalongwetan dan Cipeundeuy, Hengki mengaku bahwa ia dalam bersilaturahim dengan masyarakat, tidak hanya menyampaikan program, melainkan juga menyerap aspirasi masyarakat.
“Dari serapan aspirasi tersebut ada juga program yang bisa dihidupkan kembali. Dulu kita saya memimpin sudah ada program jalan lecir, jalan caang. Kalau dulu banyak diselenggarakan di Kabupaten Bandung Barat bagian Utara nanti kita geser ke Sebelah selatan dan Cipatat dan sekitarnya,” ungkap Hengki.
Tidak hanya soal infrastruktur, Hengki mengungkapkan bahwa ia juga akan membuat program untuk pemberdayaan ibu-ibu secara ekonomi, untuk mebantu keluarga.
“Dulu juga ada program perempuan berkah, kalau mau menambah pendapatan keluarga mau memasak, menjahit, kami berikan program pelatihannya dan juga modalnya untuk ibu-ibu,” kata Hengki. (*)






