Syamsul Maarif, Dukungan DPC PPP KBB ke Pasangan ‘EDUN’ Langgar AD-ART Partai

Syamsul Maarif Kader PPP. Foto/Istimewa

BANDUNGSATU.COM – Dukungan partai non parlemen, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) terhadap pasangan Edi Rusyandi-Unjang Asari, yang ditengarai dilakukan secara tiba-tiba dipertanyakan kader senior PPP, Syamsul Maarif

Syamsul mengatakan bahwa dukungan tersebut tidak melalui prosedur yang benar. Menurutnya hal itu harus dilakukan melalu Musyawarah Kerja Cabang atau Mukercab.

“Yang struktural itu mendukung pasangan EDUN dan itu banyak teman-teman kader tang memprotes, kecewa karena dukungan politik kok tiba-tiba. Mestinya menempuh mekanisme. Dalam AD ART P3 itu ada yang disebut Mukercab atau Musyawarah Kerja Cabang,” kata Syamsul.

Ia mengatakan, melalui mekanisme itu DPC harus mengundang seluruh Mejelis, Pengurus Harian, para PAC, Ketua, Sekretaris dan Bendahara untuk rapat dan dimintai pandangan masing-masing untuk menentukan langkah dukungan.

“Nah itu tidak ditempuh, sehingga terjadi gejolak di internal P3,” tegas Syamsul.

Syamsul sendiri yang mendukung pasangan HADE mengatakan bahwa, ia tidak dalam konteks dukungan DPC, namun dukungannya pada Hengki Kurniawan dan Ade Sudrajat adalah soal pilihan.

“Tadinya hanya saya sendiri, tapi ketika saya mendeklarasikan diri di pasangan HADE, rupanya rame-rame ikutan yang lain,” jelas Syamsul.

Menurutnya ia akan segar berbicara dengan para PAC untuk mengatur langkah selanjutnya. Ia sendiri tidak mempersoalkan ancaman sanksi yang disampaikan DPC.

“Kalau beda pilihan gak akan ada sanksi pemecatan atau apalah, kecuali kalau kader P3 yang mencalonkan sebagai Bupati, pengurusnya, kader-kadernya ada yang tidak mendukung. Itu baru kenan sanksi,” tukas Syamsul.

Ia juga mengatakan bahwa jika DPC menjatuhkan sanksi justru akan membawa preseden buruk. Lagi pula, kata Syamsul, yang mendukung HADE jumlahnya lebih banyak. Kalau pun semuanya dipecat, justru PPP menurut Syamsul akan semakin terpuruk.

“Saya dua periode memimpin PPP, ada 5 anggota dewan dan saya jadi pimpinan dewan juga. Tapi mereka sekarang memimpin, nol. Sekarang saya mau dipecat. Mau jadi apa P3? Silakan pecat saja. Gak masalah,” kata Syamsul terkekeh.

Syamsul pun memberikan alasan mengapa ia mendukung pasangan HADE. Ia mengatakan mengetahui bagaimana kepemimpinan Hengki saat jadi Wakil Bupati dan Bupati. Ia pun sering bekerjasama dengan PDIP ketika menjadi anggota dewan.

Ia juga tidak mempermasalahkan kegaduhan ini diketahui khalayak. Menurutnya kegaduhan ini malah akan mendidik masyarakat soal politik.

“Kalau terekspose di media, masyarakat jadi terdidik. Persoalan ini tidak jadi masalah,” pungkas Syamsul. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *