BANDUNG BARAT,BANDUNGSATU.COM – Menjelang Pilkada KBB 2024, lima partai politik (parpol) di KBB menggelar deklarasi ‘Partai Koalisi Bandung Barat Maju’ di objek wisata Situ Ciburuy, Padalarang, Rabu (19/6/2024).
Acara deklarasi menjelang perhelatan Pilkada KBB 2024 tersebut, diikuti oleh parpol yang mendapatkan kursi di DPRD KBB periode 2024-2029. Yakni Partai Gerindra dengan 8 kursi, Golkar 8, PKB 6, PAN 5, dan Partai NasDem 5 kursi.
Deklarasi ini dihadiri oleh para ketua dan sekretaris partai koalisi, anggota fraksi DPRD masing-masing partai, serta masa pendukung dan relawan. Acara deklarasi juga diisi dengan kegiatan tabur benih ikan di Situ Ciburuy.
Ketua DPD Partai Golkar KBB Dadan Supardan yang mewakili partai koalisi mengatakan, koalisi lima partai ini memiliki tujuan sama bagaimana mewujudkan kepentingan dasar bagi masyarakat KBB. Selain itu banyaknya partai yang bergabung bisa meminimalisir polarisasi di KBB akibat dari proses kontestasi di Pilkada.
“Koalisi ini bukan lahir dari estafet koalisi nasional, tapi di daerah membangun KBB tidak bisa hanya dilakukan oleh satu parpol, jadi harus bersama-sama,” ucapnya.
Menurutnya dari hasil Pileg 2024 menunjukkan tidak ada satu partai di KBB yang bisa mengusung calonnya sendiri. Pasalnya kursi mereka tidak bisa mencapai syarat minimal 20% kursi di parlemen, sehingga harus dibangun koalisi.
Upaya ini juga sebagai bentuk ihtiar partai koalisi dalam menghadapi kontestasi Pilkada KBB. Setelah deklarasi semua partai akan melakukan komunikasi lebih intensif terutama terkait hasil seleksi di partai masing-masing untuk dibawa dalam diskusi tingkat koalisi.
“Semua partai yang ada di koalisi Bandung Barat Maju ini telah melakukan seleksi bakal calon bupati atau wakil bupati nanti itu yang akan dibahas di tingkat koalisi,” terangnya.
Pihaknya pun belum mau menyebutkan nama-nama calon bupati maupun calon wakil bupati, tapi nama yang akan dimajukan lebih diprioritaskan putra daerah. Namun pada dasarnya, untuk pendaftaran nama calon sudah dilakukan di tiap partai yang tergabung di Koalisi Bandung Barat Maju.
“Intinya tidak ada lagi pendaftaran di partai koalisi, nanti juga akan ada survei karena calon harus memiliki elektabilitas dan popularitas di masyarakat KBB,” ujarnya.
Mengenai kemungkinan partai lain gabung, Dadan menyebutkan bisa saja terjadi karena pihaknya sangat terbuka. Asalkan memiliki visi yang sama bahwasanya perlu kebersamaan dan gotong royong dalam membangun KBB sesuai dengan cita-cita pemekaran KBB.
“Koalisi ini terbuka bagi partai lain yang ingin gabung, karena seperti disampaikan, KBB tidak bisa dibangun oleh satu atau beberapa partai saja, tapi perlu kebersamaan,” tandasnya. (*)






