BANDUNG BARAT, BANDUNGSATU.COM – Longsor yang memutus jalan utama Bandung Barat-Cianjur di Kampung Tugu, RW 01 RT 05 Desa Cilangari, Kecamatan Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang terjadi seminggu lalu (14/05), saat ini mulai bisa dilalui kendaraan roda 2 dan 4, setelah pemerintah Bandung Barat menurunkan alat berat untuk menyingkirkan tanah yang menutup jalan tersebut,
Menurut Kepala BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) KBB, yang juga Sekretaris Daerah KBB, Ade Zakir, setelah material longsor bisa disingkirkan, jalan saat ini sudah bisa dilalui kendaraan.
“Alhamdulilah jalan yang sempat tertutup tanah longsor mulai bisa dilalui kendaraan,” kata Ade, Kamis (23/05).
Sebelumnya, longsor menggerus habis kontruksi jalan sepanjang 100 meter. Konstruksi jalan amblas sehingga sesaat setelah kejadian harus ditutup, karena tidak bisa dilalui.
Peristiwa longsor terjadi Selasa dini hari (14/05) sekira pukul 03:00 WIB. Longsor terjadi imbas hujan dengan intensitas tinggi dan dengan durasi yang sangat lama. Selain itu lokasi longsor tanahnya labil dengan kemiringan cukup curam, sehingga saat diterjang hujan, kemudian amblas.
Agar konstruksi jalan baru cukup kuat, proses pemadatan dilakukan dengan sangat apik oleh petugas di Lapangan. Pun lereng di sebelah kiri, arah Cianjur dibuat lebih landai dan diberi saluran air memadai, sehingga saat hujan air tidak mengikis lereng.
“Lereng ini kita landaikan, dan diberi saluran air memadai, sehingga ketika hujan di atas, tidak mengikis. Jalan pun kita padatakan sedemikian rupa agar tahan, karena ini lalu lintas alternatif utama KBB ke Cianjur,” jelas Ade.
Ia juga mengatakan ke depan akan juga menanami kembali pohon-pohon di lokasi longsor agar bisa menahan tanah dan pohon tersebut menjadi media untuk mencegah terjadinya pergerakan tanah.
“Harus ditanami kembali biar jadi penahan Pergerakan tanah,” imbuhnya.
Tidak hanya Dinas PUTR yang berkerja keras melaksanakan perbaikan jalan. Tapi sejak longsor, aparat gabungan BPBD, TNI dan Polri serta warga pun turun tangan agar dampak bencana bisa segera ditangani. (*)






