BANDUNG BARAT, BANDUNGSATU.COM – Farid Ahmad (34) adalah warga Perumahan Grand Villa, Kampung Cisasawi RT 01 RW 05, Desa Cihanjuang, Kecamatan Parongpong, yang menjadi salah satu korban dari 3 korban pesawat jatuh di Lapangan Sunburst, Bumi Serpong Damai (BSD) Tangerang Selatan, Banten, pada Minggu 19 Mei 2024 kemarin. Saat kejadian, Farid yang bertugas menjadi mekanik itu ikut terbang bersama pilot dan co-pilot.
Hari jenazah Farid telah tiba di rumah duka sekitar pukul 12:30 WIB. Almarhum kemudian disalatkan di sebuah masjid yang tak jauh dari rumahnya. Isak tangis keluarga dan tetangga mewarnai prosesi pemakaman jenazah di TPU Kampung Cisasawi.
“Kami sekeluarga menerima kondisi dan musibah ini. Semoga almarhum diterima di sisi tuhan dan kami keluarga selalu diberi ketabahan,” kata sepupu korban, Mustafa (23) usai pemakaman.
Pesawat tipe Tecnam P2006T dengan nomor registrasi PK-IFP milik Indonesia Flying Club (Perkumpulan Penerbangan Indonesia) jatuh di Lapangan Sunburst, Bumi Serpong Damai (BSD) Tangerang Selatan, Banten, sekitar pukul 13.50 WIB, Minggu, 19 Mei 2024.
Dalam insiden itu, tiga orang penumpang terdiri dari Pilot Pulu Darmawan, Co-pilot Suwanda dan teknisi Farid Ahmad, meninggal dunia.
Pesawat naas itu lepas landas dari Bandara Pondok Cabe menuju Bandara Khusus Salakanagara, Tanjung Lesung, Banten. Pesawat mendarat dengan selamat.
Pada pukul 13.10 WIB, pesawat lepas landas untuk kembali ke Pondok Cabe. Usai lepas landas, pukul 13.43 WIB pesawat hilang kontak dan dilaporkan jatuh di BSD Tangsel.
Atas insiden tersebut, pihak keluarga tidak banyak berkomentar. Mereka menyerahkan upaya penyelidikan penyebab kecelakaan kepada KNKT, perusahaan, dan aparat kepolisian.
“Sisanya, kami menunggu pengumuman resmi dari aparat berwajib, pihak perusahaan, dan pihak-pihak lainnya,” kata Mustafa.
Sosok Farid sendiri dikatakan Mustafa, Selain sayang terhadap sanak saudara, ia dikenal baik, ramah, mudah bergaul serta taat beribadah. Akibat kebaikannya, proses pengurusan jenazah di Jakarta banyak dipermudah karena dibantu rekan sejawat almarhum.
“Saya bersaksi almarhum adalah sosok yang baik, ramah dan mudah bergaul. Ini terbukti saat urus jenazah kemarin di Jakarta kita dipermudah karena banyak teman-teman almarhum yang membantu,” ungkap Mustafa. (*)






