BANDUNG BARAT, BANDUNGSATU.COM – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian KBB, mengadakan Gerakan Pangan Murah (GPM) di halaman Mapolsek Cisarua , Senin (01/04).
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian KBB, Lukmanul Hakim mengatakan bahwa Pemerintah sudah diamanatkan Undang Undang Pangan Nomor 18 Tahun 2012, agar memenuhi kebutuhan pangan warganya. Oleh karena itu salah satu upayanya adalah melaksanakan GPM.
“Dalam rangka memenuhi kecukupan pangan sesuai amanat undang undang pangan nomor 18 tahun 2012, agar memenuhi pangan sampai perorangan yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup baik jumlah maupun mutunya, aman, beragam, merata dan terjangkau serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan dan budaya masyarakat untuk dapat hidup sehat, aktif dan produktif secara berkelanjutan pada masyarakat kabupaten bandung barat,” ucapnya.
Lukman sendiri mengaku bahwa memenuhi kebutuhan pangan warga bukanlah hal yang mudah. Untuk itu diperlukan effort yang terus dilakukan secara berkelanjutan.
“Tentulah bukan pekerjaan mudah. Pemenuhan pangan masyarakat harus menjadi perhatian kita bersama agar ketahanan pangan Kabupaten Bandung Barat dapat terwujud baik. Gerakan pangan murah adalah program yang diselenggarakan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bandung Barat atas dukungan dari Badan Pangan Nasioanal dan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat, yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat akan pentingnya pangan dan isu pangan secara global terutama terkait dengan dampak inflasi harga pangan,” jelas Lukman
Ia mengatakan wilayah Kabupaten Bandung Barat merupakan daerah yang subur dengan kondisi geografis yang potensial. Dataran terendah Kab.Bandung Barat berada pada ketinggian 125 m di atas permukaan laut dan dataran tertingginya adalah 2.150 m diatas permukaan laut.
Ia menyebut Kabupaten Bandung Barat memiliki jumlah penduduk yang cukup besar mencapai 1.814.226 jiwa (KBBDA, 2022). Luas wilayah Kabupaten Bandung Barat adalah 1.305,77 kilo meter persegi, dimana jumlah Kecamatan ada 16 dan jumlah Desanya ada 165.
“Menyadari luas wilayah dan besarnya jumlahnya penduduk Kabupaten Bandung barat tentunya membawa dampak luas terutama dalam hal pemenuhan kebutuhan pangan,” kata Lukman.
Lebih jauh Lukman menjelaskan, Gerakan Pangan Murah ini diadakan dalam rangka mengantisipasi adanya gejolak harga pangan di masyarakat seperti beras, cabai rawit, cabai keriting, bawang merah dan telur ayam.
“Seperti kita ketahui bahwa beras, cabai dan bawang merupakan 3 (tiga) komoditi penyumbang inflasi terbesar di Jawa Barat. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 01 April 2024, dalam kegiatan ini, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bandung Barat mengajak seluruh warga Bandung Barat untuk ikut serta mendukung gerakan pangan murah,” ungkapnya.
GPM tersebut menyediakan 11 komoditi (beras, minyak, gula, telur, daging sapi, daging ayam, cabai rawit, cabai keriting, bawang merah dan bawang putih).
Lukman berharap agar kegiatan GPM bisa menjadi perwujudan kehadiran pemerintah dalam memberi salah satu solusi mengatasi gejolak harga saat ini.
“Diharapkan Gerakan Pangan Murah ini dapat menjadi wujud kehadiran Pemerintah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat untuk mendapatkan bahan pangan berkualitas dengan harga terjangkau di bawah pasar dan mengurangi disparitas harga antara produsen dan konsumen,” pungkas Lukman. (*)






