BANDUNG BARAT, BANDUNGSATU.COM – Puluhan paket bantuan untuk korban terdampak bencana pergerakan tanah di Kampung Cigombong, RT 04/13, Desa Cibedug, Kecamatan Rongga KBB, diberikan oleh Jabar Bergerak Kab.Bandung Barat berkerjasama dengan Yayasan Amanah Kebaikan.
Ketua Jabar Bergerak, Sonya Fatmala melalui Kepala Bidang Sosial Jabar Bergerak KBB, Abdul Rozak mengatakan, pihaknya langsung terjun kelokasi pada Jumat (01/03) pasca bencana melanda wilayah tersebut.
“Kemarin kami (Jabar Bergerak KBB) arahan dari bunda Sonya Fatmala mengirimkan bantuan berupa 2 karung beras, sembako, mie 6 dus, air mineral 6 dus, karpet 10 pcs, selimut 10 pcs, dan 2 dus pampers serta snak 200 paket untuk para pengungsi,” kata Rozak, Selasa, (05/03).
Rozak mengatakan Jabar Bergerak sangat prihatinn setelah melihat kondisi puluhan rumah yang rusak. Belum lagi kondisi satu sekolah dasar yang juga ikut luluh lantak atas bencana tersebut.
“Melihat kondisi itu prihatin kang, Jabar Bergerak hadir untuk membantu meringankan beban masyarakat,” jelasnya.
Selain bantuan sandang dan pangan, kata Rozak, Jabar Bergerak pun memberikan bantuan berupa trauma healing pada anak-anak dan juga bantuan medis pada para korban terdampak.
“Didalam pengungsian kami mencoba menghibur anak-anak dengan melakukan trauma healing, kami bersama rekan-rekan Jabar Bergerak juga sempat mengunjungi rumah yang terdampak, kondisinya memprihatinkan, semoga musibah ini cepat selesai dan keluarga yang terdampak diberikan kesabaran,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah KBB, Asep Sehabudin mengatakan, data sampai saat ini tercatat sebanyak 10 rumah dan 1 SDN alami rusak berat, dan 192 kepala keluarga (KK) mengungsi di Islamic Center Kecamatan Rongga.
“Pemerintah daerah (Pemda) Bandung Barat memastikan 192 pengungsi pasokan makanan aman untuk 4 hari kedepan, dapur umum juga sudah disiapkan, kemudian kami juga menyiapkan petugas untuk standby 24 mengantisipasi adanya pergerakan tanah,” jelas Asep.
Asep juga menjelaskan bahwa dugaan penyebab pergerakan tanah tersebut terjadi imbas hujan deras yang mengguyur selama tiga hari ditambah kondisi permukaan tanah yang labil.
“Dugaan sementara awal kejadian karena hujan deras berhari-hari dan tanah labil. Cuma kita harus pastikan lagi penyebabnya berdasarkan kajian pihak terkait seperti Badan Geologi,” ungkap Asep.
Dengan kondisi yang sampai saat ini masih rawan di sekitar lokasi, Asep mengimbau warga yang terdampak dan terancam pergerakan tana, untuk tidak kembali ke rumah dulu saat hujan deras turun terlebih di malam hari.
“Maka kita imbau agar mengungsi termasuk yang rumahnya terancam. Berdasarkan analisa Badan Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (BVMBG) pergerakan tanah tang menghancurkan puluhan rumah itu tidak akan mceluas, karena sudah terlokalisir dengan batas rekahan tanah yang berbentuk tapal kuda,” jelas Asep. (*)






