Kepolisian dan TNI Bantu Jaga Rumah yang Terimbas Pergerakan Tanah Desa Dibedug Gununghalu, Saat Pemilik Mengungsi

SD Negeri 1 Babakan Talang Desa Cibedug Kecamatan Rongga Kabupaten Bandung Barat yang ambruk karena terjadinya pergerakan tanah Kamis (29/02). Foto/Dok. BANDUNGSATU.COM

BANDUNG BARAT, BANDUNGSATU.COM – Selepas ditinggalkan oleh 48 kepala keluarga pemiliknya, karena mengungsi, rumah-rumah yang ditinggalkan warga Kampung Cigombong, Desa Cibedug, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat, karena tidak bisa dihuni imbas pegerakan tanah itu, dijaga personil Polsek Gununghalu.

Ha itu ditegaskan Kapolsek Gununghalu, AKP Maman Maulana Ismail, (04/03). Maman menjelaskan, kepolisian bersama TNI berjaga di lokasi yang terdampak pergerakan tanah untuk mengamankan barang berharga milik warga, yang sebagian masih berada di dalam rumah-rumah tersebut.

“Jadi antisipasi dari kepolisian menjaga harta benda dan jiwa raga. Pak camat sudah menyiapkan tempat penampungan sementara di Gedung Islamic Center,” jelas Maman.

Maman lebih jauh mengatakan, diantara yang diterjunkan untuk menjaga lokasi adalah Bhabinkamtibmas, selain itu Babinsa Koramil Gununghalu juga turut membantu

“Tentunya bahwasanya kita Bhabinkamtibmas kita tugaskan selalu ada di lokasi baik pengungsian atau di tempat ini. Satu orang untuk di sini dua atau tiga orang kebetulan kami dibantu sekali oleh bapa Danramil dan Babinsa yang setiap hari selalu ada untuk masyarakat,” katanya.

Maman juga mengatakan, pihaknya sebenearnya telah mengimbau masyarakat untuk memindahkan barang berharganya ke rumah saudaranya agar lebih aman. Ia juga meminta agar warga atau siapa pun yang tidak berkepentingan agar tidak memasuki lokasi, untuk menghindari hal yang tidak dinginkan karena masih rentan terjadi pergerakan tanah susulan.

“Barang-barang yang ditinggal masyarakat kita imbau untuk diselamatkan ke rumah saudaranya atau ke tempat yang lebih aman tentunya kami akan selalu patroli mobile karena ini susah untuk kendaraan masuk. Kami menghimbau bahkan Danramil secara tegas agar masyarakat tidak menjadikan tempat wisata baru ke tempat ini karena membahayakan. Kita selalu mencegah masyarakat untuk tidak masuk ke wilayah bencana ini,” tegasnya.

Sementara itu atas rusaknya Gedung sekolah yang mencapai 80%, imbas pergerakan tanah 28 Februari lalu, sebanyak 90 siswa SDN 1 Babakan Talang di Kampung Cigombong, Desa Cibedug, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat, melaksanakan aktivitas pembelajaran di Mts Al-Ikhlas.

Guru SDN 1 Babakan Talang, Weni mengatakan, kegiatan belajar mengajar telah dilaksanakan di Mts tersebut sejak satu pekan lalu, pasca sekolah yang dipakai pembelajaran terdampak pergerakan tanah.

“Alhamdulillah gak ada korban karena sejak retak-retak siswa sudah diliburkan dan belajar daring. Nah kemarin Senin diputuskan belajar dipindahkan ke MTS Al-Ikhlas,” katanya.

Weni menambahkan ada 5 ruangan kelas Mts Al-Iklash yang digunakan untuk kegiatan belajar mengajar SDN 1 Babakan Talang. Tidak hanya siswa yang pindah sementara, barang-barang perlengkapan belajar yang masih bisa digunakan pun di bawa.

“Kelas 3 sampai 6 ditempatkan di satu ruang kelas, sementara kelas 1 dan 2 terpaksa berada digabungkan karena keterbatasan ruang. Untuk bangku, meja, papan tulis, serta buku-buku yang masih selamat tertimbun material bangunan diangkut digunakan,” jelas Weni.
Para siswa sendiri mengaku sudah bisa beradaptasi dengan lingkungan sekolah saat ini. Mereka pun mengatakan kegiatan belajar mengajar tidak ada yang berubah.
“Mulai betah sih. Belajar juga biasa seperti dulu. Alhamdulillah masih bisa sekolah,” kata Fitri salah satu siswi SDN 1 Babakan Talang. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *