Dinsos KBB Bantu Keluarga Sukiman 10 Ekor Ayam, Warga yang Viral Tinggal di Kandang Kambing

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bandung Barat, Ridwan Abdulah Putra memberikan bantuan 10 ekor ayam ke keluarga Sukiman warga Legoknangka Desa Campakamekar Kecamatan Padalarang yang tinggal di kandang kambing dan sempat viral. Foto/Istimewa

 

BANDUNG BARAT, BANDUNGSATU.COM – Dinas Sosial Kabupaten Bandung Barat, Ridwan Abdullah Putra mengaku sudah mendengar soal  keluarga Sukiman, warga Kampung Legoknangka RT 02 RW 09, Desa Campakamekar, Kecamatan Padalarang, yang tinggal di kandang kambing karena kondisinya ekonomi yang tidak memungkinkan untuk tinggal di rumah yang lebih layak.

Ridwan mengaku, pihaknya sudah menurunkan tim ke lokasi untuk melakukan survey kondisi terkini keadaan Sukiman dan keluarga.

“Kami setelah mendapatkan informasi tentang rumah pak Sukiman pada Minggu, langsung menurunkan tim ke lokasi dan mengecek kondisi rumah Sukiman yang tinggal di kandang  kambing,” kata Ridwan, Selasa (06/02).

Dari hasil pemantauan di lokasi, Ridwan berkoordininasi dengan PJ Bupati Bandung Barat untuk Kemudian mengambil solusi terhadap kondisi memperihatinkan yang dialami Sukiman.

“Kemudian saya berkomunikasi dengan Disperkim KBB atas arahan pimpinan Pj Bupati bagaimana mengatasi permasalah ini. Tentu kita tidak tinggal diam karena harus ada prosedur-prosedur yang harus di tempuh, terkecuali bencana (darurat),” imbuh Ridwan.

Ridwan sendiri mengaku bahwa soal Sukiman ini, merupakan kasus insidentil sehingga pihaknya harus menempuh proses birokrasi untuk memberikan Bantuan.

“Kalau ini kan sifatnya insidentil maka harus ada proses yang harus dilalui, kemarin sempat turun tim dari Disperkim KBB, Dinsos KBB, Kemensos RI, tim PKH,” tegas Ridwan.

Lebih lanjut Ridwan mengatakan, pihaknya sudah kembali mengunjungi ‘tempat tinggal’ Sukiman. Ridwan juga mengaku sudah memberikan bantuan sementara pada keluarga Sukiman yang disalurkan oleh Dinsos KBB, dan Kemensos RI

“Hari ini kami kembali mengunjungi rumah Sukiman membawa bantuan berupa ayam 10 ekor terdiri dari 2 jantan dan 8 betina untuk di kembangkan Sukiman berikut kandang-kandang ayam dari Dinsos KBB. Kemudian bantuan untuk alat rumah tangga, seperti kasur, lemari, alat sekolah untuk anaknya dan juga memberikan bantuan usaha untuk ibu membuat usaha kue basah dari Kemensos,” jelasnya.

Ia menambahkan, bahwa pihak Dinsos Bandung Barat berkomitmen untuk membantu Sukiman. Ia sangat berharap agar Sukiman bisa mandiri dengan menjalankan usaha. Sementara itu untuk rutilahu, ridwan mengaku pihaknya sudah berkoordinasi dengan Disperkim KBB, meski ia akui tidak bisa secepatnya dilakukan pembangunan karena prosedur yang harus ditempuh.

“Kami dari Dinsos KBB terus berkomitmen untuk membantu permasalahan yang ada di masyarakat khususnya kepada keluarga Sukiman, berharap kedepannya bisa mandiri dalam menjalankan usahanya. Terkait rutilahu sudah di upayakan dan diurus oleh Disperkim KBB jadi kami bukan tidak respon memang harus ada prosedur-prosedur yang harus ditempuh semoga permasalahan ini cepat selesai,” jelas Ridwan.

Meski diakui warga dan kewilayahan setempat bahwa pengajuan bantuan sudah disampaikan sejak tahun lalu, berbeda dengan keterangan Dinsos KBB, justru Ridwan mengatakan bahwa Sukiman menjadi warga Legoknangka baru Desember lalu. Itu lah alasan mengapa Ridwan tidak terdata di berbagai bantuan Pemerintah

“Kami akan terus mendampingi keluarga Sukiman agar bisa mandiri dan milik usaha yang nantinya bisa di kembangkan. Pak Sukiman baru terdata di penduduk Kampung Legoknangka ini sekitar Desember 2023 kemarin. Saya akan membuat kajian hasil asesmen kemarin untuk bisa masuk di data DTKS. Dan untuk masuk data DTKS kan melalui proses,” tukas Ridwan.

Namun demikian, Ridwan berjanji akan berkoordinasi dengan pihak Desa dan Kecamatan, agar bisa masuk data DTS sehingga ke depannya bisa mendapat bantuan.

“Kami akan bekerjasama dengan pihak Desa dan Kecamatan untuk segera direkomendasikan keluarga pak Sukiman untuk segera masuk ke data DTKS supaya kedepannya data bantuan-bantuan sosial itu lebih mudah dan itu juga syarat mendapatkan bantuan harus terdata di DTKS,” pungkas Ridwan.

Sementara itu, seperti diberitakan sebelumnya Jabar Bergerak Kabupaten Bandung Barat yang di ketua Sonya Fatmala memberikan bantuan pada keluarga Sukiman, pada Minggu (04/02).

Jabar Bergerak menyatakan akan segera membangun ‘tempat tinggal’ Sukiman agar lebih layak ditempati. Pihaknya meminta waktu satu Minggu guna menyiapkan segala hal yang berkaitan dengan pembangunan rutilahu untuk Sukiman.

“Kami juga akan Menyusun RAB-nya dulu, juga membuat skema rumahnya seperti apa, kendang kambingnya di mana, kami juga akan belanja bahan bangunannya dulu, sehingga paling lambat seminggu ini sudah bisa mulai terbangun,” jelas Sonya, saat mengunjungi Sukiman, Minggu (04/02). (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *