Antisipasi Bencana Hidrometeorologi pada Pemilu, BPBD Jabar Gelar ‘Skill Competition Rencana Aksi Kesiagsiagaan Bencana’

Berada pada puncak musim hujan , BMKG mengingatkan Pemprov Jabar agar waspada bencana hidrometeorologi saat digelar Pemilu 14 Febuari mendatang. Foto/Istimewa

BANDUNG, BANDUNGSATU.COM – Berada pada puncak musim hujan, BMKG mengingatkan Pemprov Jabar agar waspada bencana hidrometeorologi saat digelarnya Pemilu 14 Februari mendatang. Pj Gubernur Jabar Bey Triadi Mahmudin, saat bertemu dengan Kepala BMKG, Dwi Korita Karnawati, Selasa (30/01) mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mengantisipasi kemungkinan cuaca ekstrem.

Di sisi lalin, mitigasi bencana hidrometeorologi sudah dilakukan Badan Nasiona Penanggulangan bencana. BNPB melalui Direktorat Kesiapsiagaan menggelar “Skill Competition Rencana Aksi Kesiapsiagaan Bencana” pada saat Pemilu 2024 yang dilaksanakan oleh BPBD Provinsi Jawa Barat dan diikuti oleh BPBD Kabupaten/Kota se-Jawa Barat pada tanggal 24-26 Januari lalu di eMTe Highland Resort, Jalan Raya Ciwidey – Rancabali KM 11 Desa Patengan, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat.

Kegiatan tersebut adalah salah satu rangkaian persiapan Pemilu guna memperkuat ketangguhan masyarakat menghadapi bencana di Provinsi Jawa Barat sekaligus meningkatkan pelaksanaan Standar Pelayanan Minimum (SPM) Sub Urusan Bencana dan Kesiapsiagaan dalam mengantisipasi bencana pada masa pemilu Tahun 2024.

Pelaksana Harian BPBD Jabar Anne Hermadianne Adna mengatakan, lomba digelar dengan empat jenis aksi yang disesuaikan dengan kondisi pada hari H Pemilu.

“Ada empat jenis kegiatan yaitu lomba evakuasi kotak suara di medan air, pemasangan tenda pengungsian, evakuasi kotak suara di medan terjal dan penyusunan Dokumen Rencana Aksi Kesiapsiagaan Bencana menghadapi Pemilu Tahun 2024,” ucap Anne.

Dalam sesi penjurian tersebut, Analis Kebencanaan Ahli Muda Direktorat Kesiapsiagaan BNPB Ardhy Abetriawan menjelaskan Penyusunan Dokumen Rencana Aksi Kesiapsiagaan Bencana pada Pemilu 2024 merupakan salah satu bentuk penyelenggaraan penanggulangan bencana pada fase pra-bencana yang meliputi situasi tidak terjadi bencana dan situasi terdapat potensi terjadinya bencana.

“Hal ini menjadi upaya pemerintah untuk melindungi warganya dari ancaman dan risiko bencana pada setiap tahapan atau siklus penanggulangan bencana (pra bencana, saat bencana, dan pasca bencana) menjelang Pemilu 2024,’’ jelas Ardhy.

Tasril Mulyadi selaku anggota tim juri mengapresiasi 15 BPBD Kabupaten/Kota yang mengikuti kategori lomba Penyusunan Dokumen Rencana Aksi Kesiapsiagaan Bencana pada Pemilu 2024, antara lain BPBD Kabupaten Bandung, BPBD Kabupaten Bandung Barat, BPBD Kabupaten Garut, BPBD Kabupaten Bogor, BPBD Kabupaten Cianjur, BPBD Kabupaten Bekasi, BPBD Kabupaten Purwakarta, BPBD Kabupaten Cirebon, BPBD Kabupaten Kuningan, BPBD Kabupaten Majalengka, BPBD Kabupaten Pangandaran, BPBD Kota Tasikmalaya, BPBD Kota Cimahi, BPBD Kota Bogor dan BPBD Kota Cirebon.

“Kami sangat mengapresiasi keikutsertaan 11 BPBD Kabupaten dan 4 BPBD Kota di Provinsi Jawa Barat pada kategori Penyusunan Dokumen Rencana Aksi Kesiapsiagaan Bencana pada Pemilu 2024, seterusnya diharapkan rencana aksi ini dapat dielaborasikan pada momentum lainnya sehingga pada setiap pelaksanaan kegiatan skala nasional maupun lokal, pemerintah daerah dan masyarakat sudah lebih siap siaga mengadapi potensi bencana,” ungkap Tasril.

Selain pada tahap kesiapsiagaan, kegiatan “Skill Competition Rencana Aksi Kesiapsiagaan Bencana pada saat Pemilu 2024” bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam menghadapi situasi darurat. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah dan berbagai lembaga terkait untuk memastikan bahwa setiap tahapan Pemilu berjalan lancar dan aman serta mampu mengatasi potensi bencana yang mungkin terjadi. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *