Antisipasi Longsor Susulan, Dinas PUTR KBB Ambil Sejumlah Langkah

Dinas PUTR Kabupaten Bandung Barat, menurunkan alat berat dan truk untuk menyingkirkan tanah pasca longsor yang terjadi di Kampung Pangsalayan Rt.03/01 Desa Ganjarsari, Kecamatan Cikalongwetan pada hari Minggu (7/1) lalu, Foto/BANDUNGSATU.COM

BANDUNG BARAT, BANDUNGSATU.COM – Setelah melakukan asesmen pada bencana banjir dan lonsor di Kp Pangsalayan RT 03/01 Desa Ganjarsari, Kec. Cikalongwetan Kab.Bandung Barat, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) melakukan sejumlah langkar merespon situasi yang terjadi pasca bencana. Langkah itu dilakukan melihat adanya potensi longsor susulan mengingat kontur tanah yang ada di lokasi tersebut rentan tergerus air.

“Setelah kita lakukan asesmen di mana hal ini merupakan kewenangan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), kami (DPUTR) bakal mengupayakan pembukaan akses jalan air di daerah irigasi terlebih dahulu,” kata Kepala DPUTR KBB, M. Ridwan di sela penanganan bencana di Desa Ganjarsari, Kecamatan Cikalongwetan, Selasa (09/01).

Yang menjadi prioritas saat ini, kata Ridwan, adalah pembukaan akses jalan air karena volume air masih terus meluap dan mengarah ke permukiman warga. Selain itu di atas lokasi Longsor juga akan ditutup terpal mengantisipasi hujan turun.

“Intinya, kita fokus dulu penanganan itu karena kebetulan pak Kades Ganjarsari sudah menemukan solusi untuk membuang material longsor. Minimal dari atas lokasi longsor kita tutup dengan terpal agar ketika hujan kembali turun tidak akan menggerus tanah lagi ” jelas Ridwan.

Lebih lanjut Ridwan mengatakan penutupan titik longsor tersebut juga akan dilakukan di sejumlah badan jalan, baik jalan Desa maupun jalan Kabupaten yang mengalami longsor.

“Untuk longsor di Kampung Pangsalatan ini panjangnya 48 meter. Lalu, ketinggian dari titik terendah hingga tertinggi itu 3-14 meter, karena posisinya lereng. Ada juga beberapa titik longsor yang terjadi di jalan Desa dan jalan Kabupaten yang tergerus dan itu memang riskan sekali,” jelas Ridwan..

Agar pengendara waspada dan berhati-hati saat melintas di jalan-jalan tersebut Dinas PUTR pun akan memasang rambu-rambu untuk menandai lokasi yang rawan amblas agar tidak terlindas roda kendaraan.

“Karena kan bawahnya sudah kosong. Termasuk akan kita batasi tonasenya. Sementara kita akan estimasi dan akan terjunkan tim untuk selanjutnya dilaporkan ke pak Pj Bupati Bandung Barat,” ucapnya.

Ridwan menjelaskan pula bahwa di lokasi rawan Longsor tersebut akan dibangun tembok penahan tanah (TPT) untuk meminimalisir potensi Longsor lanjutan jika sewaktu-waktu curah hujan tinggi, turun kembali.

“Karena ini diprediksi bakal terjadi susulan jika tidak segera ditangani,” imbuhnya.

Tidak ccukup dengan prakiran teknis, kata Ridwan, pihaknya akan membuat rancang bangun rinci atau Detail Engineering Design (DED). Pihaknya juga menngali informasi soal kepemilikan tanah di jalan yang rentan longsor itu. Pihaknya mendapatkan informasi bahwa lahan yang tertimbun longsor merupakan tanah hak adat atau milik seseorang. Jadi, jika memakai bronjong, maka akan memakan lahan yang luas.

“Kita harus lihat kondisi tanah keras yang ada di bawah. Jadi harus dilakukan bored pile dulu. Tapi nanti saya akan pikirkan langkah yang efektif, karena hanya ada dua alternatif, yakni dengan bronjong atau strauss pile,” jelas Ridwan.

Seperti diberitakan sebelumnya, sebanyak enam desa di Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat (KBB) diterjang bencana banjir dan tanah longsor akibat hujan deras disertai petir pada Minggu, (07/01) sekitar pukul 15.00 WIB.

Atas bencana tersebut, Camat Cikalongwetan, Dadang A. Sapardan mengatakan, dampak Banjir dan longsor yang paling parah terjadi adalah di Desa Ganjarsari, tepatnya di Kampung Pangsalatan RT 03/ RW 01, Desa Ganjarsari, Kecamatan Cikalongwetan.

“Yang paling parah di Desa Ganjarsari. Tapi ada desa yang lain juga yang terdampak,” kata Dadang Senin (08/01).

Berdasarkan hasil asesmen Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KBB, ada 12 titik bencana banjir dan longsor di Desa Ganjarsari. Selain itu tercatat 1 rumah tertimbun dan 4 lainnya tergerus material longsor. Sementara sisanya terancam longsor.

 

Selain itu, material longsor pun menimbun tiga lokasi jalan Desa. Dua diantaranya Jalan Desa Jambudipa dan Jalan Cireundeu yang menyebabkan akses jalan warga terputus. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *