Monkeypox di Jabar Sisa 1 Pasien, Pemda Tetap Antisipasi

Monkeypox sempat terjadi menyerang 3 orang warga jabar. Foto/Istimewa

BANDUNG, BANDUNGSATU.COM- Adanya 3 warga Jawa Barat yang terindikasi terpapar monkeypox, atau cacar monyet, membuat Pemerintah Daerah Jawa Barat mengantisipasi kasus tersebut.

Namun demikian, Kepala Dinas Kesehatan Jabar Vini Adiani Dewi mengatakan satu dari tiga orang yang terindikasi terpapar penyakit tersebut dinyatakan positif, sementara dua lainnya dinyatakan suspek.

Vini pada Rabu (01/11), menegaskan bahwa dua pasien yang masih menjadi suspek, saat sini sedang dilakukan tracing.

Sementara itu Penjabat Gubernur Jawa Barat, Bey Mahmudin meminta agar masyarakat tidak panik, karena pemerintah telah mempersiapkan solusi dan penanganannya.

Bey mengingatkan warga agar menerapkan pola hidup sehat, cuci tangan, dan hindari kontak dengan terinfeksi.

“Untuk rumah sakit di wilayah Jabar sudah siap menerima seandainya ada yang terinfeksi atau bergejala,” kata Bey, di Gedung Sate, Kota Bandung, Kamis (02/11).

Bey pun memastikan bahwa kasus cacar monyet di Jabar hanya menyisakan seorang pasien positif yang terinfeksi dan sedang dalam penanganan Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Kota Bandung.

“Jadi yang dirawat di RSHS satu orang, yang sudah sembuh satu, dan yang di Bogor itu negatif. Jadi hari ini tinggal satu orang,” ucap Bey, seraya mengajak masyarakat untuk mengatur pola hidup sehat dengan memperhatikan asupan makanan bergizi.

Bey juga mewanti-wanti agar tenaga kesehatan (nakes) yang bekerja di fasilitas pelayanan kesehatan untuk menggunakan masker dan rajin mencuci tangan.

“Antisipasinya yang pertama pola hidup sehat, hindari kontak langsung dengan terinfeksi, terutama nakes harus betul-betul hati-hati menggunakan masker, cuci tangan, makan makanan yang baik dan bergizi,” ungkapnya.

Walaupun kasus cacar monyet di wilayah Ibu Kota sudah mencapai 25 orang yang sedang menjalani perawatan. Bey menyebut belum melakukan kebijakan pembatasan wilayah, yang ditekankan adalah pola hidup sehat dengan menghindari kontak langsung.

“Sampai hari ini kita intinya menjaga pola hidup sehat dan hindari kontak langsung dengan terinfeksi. Jadi tidak sampai kepada pembatasan, dan lain-lain,” ujar Bey.

“Insyaallah, kita bisa tetap sehat dengan olahraga cukup dan pola hidup sehat,” imbuhnya. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *