Penuhi Kebutuhan Pokok Saat Kekeringan DPKP KBB, Inventarisir Lahan dan Gelar Gerakan Pangan Murah

Pemereintah Daerah Bandung Barat, mengadakan penjualan Sembako murah yang dilaksanakan di halaman Kantor Kecamatan Saguling dalam Gerakan Pangan Murah (GPM) Serentak Nasional, dalam rangka hari pangan sedunia . Senin (16/10). Foto/Istimewa

BANDUNG BARAT, BANDUNGSATU.COM – Memperingati Hari Pangan se-Dunia ke 43, diperingati Pemda Bandung Barat menggelar Kegiatan Gerakan Pangan Murah, yang merupakan rangkaian kegiatan yang diselenggarakan serentak di seluruh Indonesia.

Gerakan Pangan Murah yang diselenggarakan di Kantor Kecamatan Saguling itu bertepatan dengan HUT Kecamatan Saguling, dalam acara tersebut dihadiri Pj Bupati Bandung Barat serta para camat. Senin (16/10)

Dalam sambutan saat pembukaan acara, Asisten Daerah Bidang Perekonomian dan Pembangunan Bandung Barat, Asep Wahyu mengatakan, program ini diselenggarakan oleh Badan Pangan Nasional dan berkolaborasi dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bandung Barat, agar masyarakat peduli dengan isu Ketahanan pangan yang saat ini menjadi isu sentral dunia.

“Gerakan pangan murah adalah program yang diselenggarakan oleh badan pangan nasional dan berkolaborasi dengan dinas ketahanan pangan dan pertanian Kabupaten Bandung Barat, yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat akan pentingnya pangan dan isu pangan secara global terutama terkait dengan dampak inflasi harga pangan,” kata Asep.

Ia juga mengatakan, pemenuhan pangan masyarakat harus menjadi perhatian kita bersama agar ketahanan pangan Kabupaten Bandung Barat dapat terwujud dengan baik sesuai dengan amanat Undang Undang Pangan Nomor 18 Tahun 2012, dimana Pemerintah, termasuk Pemerintah daerah harus memenuhi pangan sampai tingkat perorangan.

“Gerakan Pangan Murah ini diadakan dalam rangka mengantisipasi adanya gejolak harga pangan di masyarakat seperti beras, cabai rawit, cabai keriting, bawang merah dan telur ayam. Seperti kita ketahui bahwa beras, cabai dan bawang merupakan 3 (tiga) komoditi penyumbang inflasi terbesar di Jawa Barat,” imbuh Asep.

Ia juga menuturkan bahwa, dalam kegiatan ini, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bandung Barat mengajak seluruh warga Bandung Barat untuk ikut serta mendukung gerakan pangan murah dalam memperingati Hari Pangan se-Dunia.

Pada acara tersebut, selain Gerakan Pangan Murah 11 komoditi (beras, minyak, gula, telur, daging sapi, daging ayam, cabai rawit, cabai keriti, bawang merah dan bawang putih) Pemda Bandung Barat juga berharap agar Gerakan Pangan Murah ini dapat menjadi wujud kehadiran pemerintah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, untuk mendapatkan bahan pangan berkualitas, dengan harga terjangkau di bawah pasar dan mengurangi disparitas harga antara produsen dan konsumen.

Sementara itu Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Bandung Barat mencatat, kekeringan yang melanda lahan persawahan di Bandung Barat tercatat mencapai 1.334 hektare.

Meluasnya lahan kekeringan itu terlihat dari laporan yang tercatat sejak Mei 2023 dengan luas kekeringan 1.299 hektare. Kekeringan meluas 5 hektare di 2 desa Kecamatan Gununghalu pada bulan Agustus, kemudian kekeringan dengan kategori ringan meluas 16 hektare di 4 kecamatan pada bulan September, sementara kekeringan dengan kategori sedang seluas 14 hektare di 2 kecamatan di bulan yang sama.

Akibat kekeringan ini, produksi komoditas padi pun perlahan menipis. Dampak dari berkurangnya produksi tanaman padi, relevan dengan berkurangnya komoditas beras di masyarakat hingga akhirnya harga beras di pasaran melonjak signifikan.

“Dampak yang ditimbulkan atas fenomena El Nino bagi pertanian yakni kekeringan, luas tanamnya berkurang, produksi berkurang terutama produksi padi. Akhirnya berdampak pada harga beras yang mahal,” papar Kepala DPKP Bandung Barat, Lukmanul Hakim saat dihubungi, Senin (9/10).

Mengantisipasi meluasnya lahan kekeringan khususnya di sektor pertanian padi, Pemkab Bandung Barat melakukan pemetaan lahan kering dan mengoptimalisasi sarana pengairan untuk mempercepat penanaman.

“Penanganan yang telah dilakukan Pemda KBB meliputi, pemetaan lahan kekeringan. Kordinasi dan sosialisasi, optimalisasi sapras dan percepatan tanam gerakan nasional,” tegas Lukman. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *