Maraknya Keracunan Jajanan di Sekolah, Disdik dan Dinkes KBB Lakukan Pembinaan pada Sekolah dan Para Pedagang

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat, Asep Dendih. Foto/BANDUNGSATU.COM

BANDUNG BARAT, BANDUNGSATU.COM – Kasus keracunan yang dua kali terjadi selama sebulan terakhir di lingkungan sekolah setelah menyantap jajanan, mengundang perhatian khusus Pemerintah Daerah Bandung Barat.

Kepala Dinas Pendidikan Bandung Barat, Asep Dendih menyatakan pihaknya akan berkordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk melakukan pengawasan terhadap pedagang yang menajajakan jajanan di sekolah.

“Tindak lanjut dengan pembinaan berjenjang, baik melalui pengawas, kemudian Kepala Sekolah sampai dengan guru yang berdekatan dengan Siswa,” kata Asep, Sabtu (14/10).

Asep mengatakan pihaknya pun bekerjasama dengan pihak terkait, untuk melakukan pembinaan pada para pedagang untuk memastikan agar jajanan yang disajikan dibuat dari bahan yang layak konsumsi.

“Upayanya adalah, pengawasan pedagang, dan sterilisasi pedagang yang ada di sekolah. Nanti pedagang yang ada di sekolah itu akan diberi label, kemudian makanannya juga terstruktur. Kami akan berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan. Bahkan akan uji petik dengan Balai Pengawasan Obat dan Makanan,” imbuh Asep.

Asep menjelaskan uji petik ini penting untuk menjamin setrilisasi pada makanan yang dijajakan oleh pedagang, sehingga anak-anak di lingkungan sekolah aman mengkonsumsinya.

Unit Kesehatan Sekolah (UKS) juga akan terlibat pada pengawasan mutu jajanan ini. Oleh karenanya pihak Dinas Pendidikan akan menyiapkan SDM untuk pelibatannya.

“Kami menyiapkan SDMnya untuk berkolaborasi, memahami tentang kesehatannya, menu makanannya, jadi nanti ada petugas khusus di sekokah yang mengurusi UKS itu sendiri,” jelas Asep.

Sementara itu sebelumnya Kepala Dinas Kesehatan KBB, Hernawan Widjayanto mengatakan bahwa pihaknya bersama OPD terkait akan melakukan upaya preventif agar kejadian serupa tidak terulang.

“Solusi kedepannya, kita bersama-sama dengan Dinas Pendidikan (Disdik) KBB akan menggebyarkan kembali Unit Kesehatan Sekolah, di lingkungan sekolah,” kata Hermawan, Kamis (12/10).

Lebih lanjut ia mengatakan UKS nantinya akan memantau ksehatan kebersihan lingkungan sekolah dengan dibantu Puskesmas setempat sebagai pembina.

“Kesehatan sekolah itu di dalamnya itu mencakup kepada kesehatan dan kebersihan lingkungan sekolah. Nanti Puskesmas turun langsung berkoordinasi gitu kan dalam konsep pembinaan,” imbuhnya.

Hermawan yakin bahwa metode edukasi yang masif kepada pihak sekolah dan siswa, setidaknya dapat meminimalisir risiko keracunan yang diakibatkan oleh makanan. Begitupun pada para pedagang di lingkungan sekolah, edukasi yang sam akan dilakukan.

“Tetapi mulai kemarin pun kita sudah instruksikan untuk segera turun ke sekolah untuk melakukan edukasi terkait kesehatan dan kebersihan lingkungan sekolah,” katanya. Kita pun mungkin akan melakukan edukasi kepada para pedagang baik dari sisi kebersihan dan pengolahan bahan makanan serta penyajian yang baik,” jelas Hermawan. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *