Tandatangani Implementasi Smart City, Pj Bupati Bangga KBB Berada di Atas Level Kota Lain

PJ Bupati Bandung Barat, Arsan Latif didampingi Sekda Ade Zakir dan Kadis Kominfotik, Yoppy Indrawan memberikan keterangan pers setelah penandatangan Implementasi Smart City di Hotel Panorama Lembang. Foto/Istimewa

BANDUNG BARAT, BANDUNGSATU.COM – Pj Bupati Bandung Barat, Arsan Latif menandatangani komitmen implementasi smart city, yang dilaksanakan di Hotel Panorama Lembang Kamis (12/10).

Arsan mengatakan dari seluruh Indonesia hanya 50 kota yang terseleksi untuk mendapat pendampingan penyusunan smart city. KBB adalah satu diantara 50 kota itu.

“Nah, perlu teman-teman sampaikan bahwa dari seluruh pemerintah Kabupaten Indonesia hanya 50 yang terseleksi untuk mendapatkan pendampingan penyusunan smart city. Dan di Jawa Barat, 4. Kabupaten Bandung Barat, Ciamis, Garut, dan Tasik,” jelas Arsan.

Ia mengatakan bahwa dengan diimplemntasikannya konsep smart city di KBB, perlu disyukuri karena KBB menjadi Kabupaten yang memiliki level di atas kota-kota lain, secara nasional, bahkan mendapat pengakuan internasional.

“Sehingga kita tidak lagi perlu susah-susah untuk mempromosikan Bandung Barat ini karena sudah ada pintunya,” kata Arsan Latif.

“Isinya, kontennya adalah semua OPD, termasuk Dukcapil, termasuk informasi mengenai wisata apa saja, restoran, buah-buahan apa saja, semua. Lingkungan, semua apa saja,” tambahnya.

Arsan menjelaskan, dengan konsep smart city ini dipastikan tidak lagi ada lokasi yang blank spot. Ia mengatakan Telkom sudah membantu untuk perluasan jaringannya. “Jadi, saya bangga bahwa ternyata kabupaten Bandung Barat sudah berada di tingkat yang lebih bagus,” kata Arsan.

Sementara itu Kepala Dinas Komunikasi Informasi dan Statistik, Bandung Barat Yoppy Indrawan mengatakan sebagai konsep penataan wilayah, smart city nantinya akan membuat pelayanan masyarakat menjadi lebih baik.

“Smart city itu penataan wilayah. Nantinya ujungnya itu pada peningkatan kualitas pelayan kepada masyarakat. Jadi tidak hanya mengeluh masalah digitalisasi. Tapi lebih ke inovasi. Gimana menghadirkan inovasi? Ada yang berbasis IT, ada yang tidak berbasis IT, Pak,” kata Yoppy.

“Yang tidak berbasis IT ini Kita melihat di Kecamatan. Ada alun-alun Lihat anak-anak banyak kemudian bawa buku. Dari pada nyonyoo hp mending baca buku. Itu juga inovasi. Banyak lah ada 96 inovasi,” imbuh Yoppy.

Yoppy juga menjelaskan bahwa penandatanganan komitmen smart city tersebut dilakukan oleh semua OPD di Lingkungan Pemda Bandung Barat. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *