Terjadi Lagi Siswa Keracunan, Kadisdik KBB Imbau Membawa Makanan dari Rumah dan Awasi Pedagang di Sekitar Sekolah

Siswa SDN 1 Cimerang dan SDN 2 Ciampel Kecamatan Padalarang , KBB keracunan minuman kemasan yang dijual di sekitar sekolah, Rabu (10/10). Foto/Istimewa

BANDUNG BARAT, BANDUNGSATU.COM – Dua puluh Siswa SDN 1 Cimerang dan SDN 2 Ciampel di Jl. Raya Batujajar, Desa Laksanamekar, Kecamatan padalarang Kabupaten Bandung Barat mengalami keracunan, imbas konsumsi minuman kemasan yang dijual sekitar sekolahnya.

Menurut Kepala Sekolah SD Cimerang 1, Asep Suparman, peristiwa terjadi pada saat istirahat sekolah pada pukul 10.00 WIB, para pelajar membeli minuman kemasan.

“Selepas menkonsumsi minuman kemasan tersebut, para Siswa merasa mual, pusing dan sakit di bagian perut,” kata Asep Suparman.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Bandung Barat, Asep Dendih mengatakan atas informasi dari Kepala Sekolah, Camat dan Kapolsek Padalarang, ada jumlah siswa yang diduga keracunan minuman kemasan tersebut yang berjumlah 18 orang dari SDN 1 Cimerang dan sementara tambahan 2 orang lainnya dari SDN 2 Ciampel, sehingga totalnya ada 20 orang langsung gercep (gerak cepat) mendatangi sekolah untuk memantau langsung.

“Masih ada yang dijemput untuk diidentifikasi, jangan sampai dianggap ringan. Kami perlu Penanganan dari dokter yang ada di sini,” kata Asep di sela-sela penanganan para Siswa yang berada di sekolah maupun yang sudah berada di Puskesmas Padalarang Rabu, (11/10).

Asep juga mengatakan mewakili Pj Bupati Bandung Barat pihaknya akan memastikan Penanganan dan juga akan memberikan bantuan pada korban.

Asep juga mengatakan, berkaca dari kasus serupa yang terjadi di Saguling sebelumnya, maka ia meminta agar sekolah melakukan pembinaan secara berjenjang. Selain pengawasan terhadap pedagang, juga meminta agar Siswa membiasakan sendiri membawa makanan dari Rumah.

“Pada sekolah tetap melakukan pembinaan yang berjenjang. Karena kemarin saat terjadi keracunan di Saguling sudah diinformasikan, diinstruksikan melalui kepala sekolah kepada wali kelas agar Siswa membawa makanan dari rumah dan melakukan pengawasan pada para pedagang di sekitar sekolah.

Asep sudah berkoordinasi dengan Camat, kapolsek sesuai dengan tupoksinya dan mendapat informasi pula bahwa ke 18 siswa yang mengalami keracunan sudah diperbolehkan pulang, sementara dua lainnya tidak menunjukkan gejala yang memprihatinkan dan berangsur membaik.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *