Joko Widodo Buka Resmi Jambore Dai Masuk Desa di Taman Nasional Gunung Gede

Presiden RI, Joko Widodo membuka acara secara resmi Jambore Nasional Dai Desa Madani Parmusi di Taman Nasionall Gunung Gede, Selasa (26/09). Foto/Istimewa

CIANJUR, BANDUNGSATU.COM – Untuk mewujudkan Desa Madani, Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) membuat program Dai Masuk Desa. Untuk menyatakan misi itulah Parmusi menggelar Jambore Nasional Dai Desa Madani parmusi. Acara Jambore tersebut dibuka secara resmi oleh Presiden Joko Widodo di Taman Nasional Gunung Gede, Selasa (26/09)

“Saya senang dengan program Desa Madani ini karena kalau kita ingat dulu ada ABRI masuk desa, nah, sekarang dai masuk desa yang siap dan siaga membangun dan menjaga desa,” ujar Presiden, saat memberikan sambutan pada pembukaan jamboree tersebut.

Presiden menyebut program dai masuk desa dalam rangka mewujudkan Desa Madani sejalan dengan program pemerintah yang membangun dari pinggiran. Hal tersebut didukung dengan anggaran yang diberikan pemerintah melalui dana desa yang mencapai Rp539 triliun untuk 74.800 desa di seluruh Tanah Air.

“Dari total itu sejak 2015 sampai 2023 telah selesai kalau jalan tol itu hanya sudah 9 tahun ini selesai 2.040 km, tapi kalau jalan desa 9 tahun ini telah selesai 326 ribu km jalan desa. Ini enggak pernah ada yang hitung,” ungkap Presiden.

“Nanti Bapak, Ibu sekalian yang ada di desa, para dai coba cek benar tidak angka-angka ini yang saya sampaikan? Ada jalan-jalan desa baru ndak? Ada embung ndak? Ada irigasi baru ndak? Kalau ndak, berarti banyak yang korup disitu. Akan saya turunkan BPK, BPKP, cek,” tegas Presiden.

Pada kesempatan tersebut Presiden juga mengapresiasi peran para dai dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di desa, khususnya dalam pengembangan karakter, budi pekerti, hingga akhlak. Menurut Pesiden, peran para dai tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi pembangunan infrastuktur yang dilakukan pemerintah.

“Apa yang sudah kita kirimkan ke desa ini dapat bermanfaat optimal bagi umat, dan di sinilah peran para dai dan daiyah dalam rangka memperkuat pembangunan sumber daya manusia, utamanya yang berkaitan dengan karakter, budi pekerti dan akhlak rakyat yang ada di desa-desa,” tutur Presiden. (ENT/MIM)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *