Diduga Cimin yang Menyebabkan 1 Siswa Meninggal dan 34 Siswa Dirawat

Salah satu siswa SD Negeri 3 Jati Desa Saguling, Kecamatan Saguling, KBB korban keracunan jajanan cemilan aci mini (Cimin) yang dijajakan di dekat sekolah dalam kejadian keracunan tersebut, satu orang siswa meninggal dunia. Foto/BANDUNGSATU.COM

BANDUNG BARAT, BANDUNGSATU.COM – 1 orang siswa SDN 3 Jati Desa Saguling, Kecamatan Saguling, Kabupaten Bandung Barat Jawa Barat ,meninggal dunia dan 34 orang siswa dirawat di 3 Rumah Sakit berbeda dan di Puskesmas Saguling, diduga akibat keracunan makanan setelah mengonsumsi jajanan di sekolahnya, yakni yang dikenal sebagai Aci Mini (CIMIN). Saat ini mayoritas siswa dirawat di Puskesmas Saguling.
Menyusul terjadinya keracunan pada 33 siswa SD 3 Jati Desa Saguling, Kecamatan Saguling, Kabupaten Bandung Barat, pada Selasa (26/09) Kepala Desa Saguling Lia Mutiara mengimbau agar para siswa berhati-hati dalam mengkonsumsi jajanan di sekolah. Pun para pedagang diimbau agar memeriksa dagangannya agar tidak terjadi peristiwa serupa di kemudian hari.

“Untuk ke depannya menjadi evaluasi dari kejadian ini. Jadi lebihnya perlu kerjasama antara pihak sekolah dan para pedagang. Yang lebih baik memang ada pendataan,” kata Lia. Pendataan itu menurut Lia ditujukan untuk memastikan sehat dan tidak sehatnya makanan yang dijual di sekitar sekolahan.

Lia menuturkan peristiwa keracunan berawal dari para siswa yang membeli beberapa jenis jajanan di dua pedagang keliling seperti penjual cimin (cireng mini) dan basmut (baso imut) serta beberapa jajanan di warung yang terletak di dekat SD. Diduga keracunan itu disebabkan oleh cimin yang diberi bumbu pedas.

“Lebih seragam sih cimin yang dimakan oleh para siswa yang keracunan. Itu Cuma aci terus ada bumbunya. Bumbu garam, terus ada rasa cabe,” jelas Lia.

Lia juga mengimbau kepada masyarakat bila ada putra-putrinya yang bergejala sama, mual muntah sebagai efek keracunan setelah mengkonsumsi cimin, agar segera menghubungi petugas medis di Puskesmas Saguling.

“Jadi imbauan kepada masyarakat bila putra-putrinya yang gejalanya memang hampir sama, keracunan agar segera menghubungi petugas kesehatan,” tegas Lia.

Sementara itu orangtua salah satu siswa yang keracunan Mahaludin mengatakan bahwa anaknya mengalami gejala keracunan setelah berada di rumah. Ia mengatakan selepas pulang sekolah anaknya tidak terlihat ada gejala sakit. Namun pada Selasa malam baru terlihat gejala keracunan.

“Malem Rebo panas pak awaknya, terus dibawa ke bidan. Habis minum obat, panas turun tapi perut mulai sakit dan buang air,” kata Mahaludin.

Ia menjelaskan sampai Kamis pagi selepas dirujuk ke Puskesmas Desa Saguling, putranya, masih dalam perawatan karena masih belum begitu membaik kondisi sakit di perutnya. Meski sudah tidak muntah namun masih menunjukkan gejala buang air besar.

Sementara itu Kepala Puskesmas Saguling, Burhan SKM mengatakan sampai Kamis siang ini total korban keracunan ada 33 orang, dengan 11 rawat inap, sementara 21 orang lainya rawat inap dan 1 orang meninggal dunia.

“Update sampai hari ini, jam 12, totalnya itu 33. Rawat jalan 11, rawat inapnya 21 dan meninggalnya 1 orang,” jelas Burhan.

Burhan juga menjelaskan, usia siswa terkecil yang menjadi korban adalah para siswa kelas 1 sampai kelas 6, SD Negeri 3 Jati Desa Saguling.
Hasil pantauan Bandungsatu.com dilapangan, pihak Polsek Batujujar, Kabupaten Bandung Barat, sudah memintai keterangan pejual jajanan Cimin adanya keracunan para siswa SDN 3 Jati, Saguling. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *