BANDUNG BARAT, BANDUNGSATU.COM – Sekretaris Daerah Bandung Barat, Ade Zakir Hasim, meminta Satuan Polisi Pamong Praja KBB menertibkan spanduk-spanduk yang isinya dipandang tidak kondusif dan provokatif, karena ada elemen masyarakat yang menolak penunjukan PJ Bupati KBB “dropingan” dari Kemendagri dan melaporkan konflik penunjukan PJ ke Pemerintah Pusat di Jakarta, terkait akan segera bertugasnya Pejabat Bupati Bandung Barat, menggantikan Hengki Kurniawan pada 20 September mendatang.
“Jangan terlibat ke dalam konflik itu wilayahnya, wilayah keputusannya Kemendagri. Saya juga sudah ke Satpol PP untuk kondusifitas wilayah. Barangkali spanduk-spanduk seperti itu sudah saya perintahkan untuk ditertibkan intinya begitu, pak,” kata Ade pada para pewarta, diruangan kerjanya, Selasa (12/09)
Ade meminta agar siapa pun PJ yang ditugaskan, tetap dihormati. Karena aturannya memang harus patuh dan tidak bisa dibantah atau ditolak.
“ Siapa pun yang ditugaskan oleh Kemendagri, kita harus tegak lurus. Harus patsun ke siapapun. Kita harus mengamankan keputusan yang terbitan Kemendagri kita ini kan NKRI, pak, gak mungkin kita membantah menolakkan dan sebagainya,” tambah Ade.
Ade juga berpesan agar ASN (Aparatur Sipil Negara) tidak terpengaruh dengan isu macam-macam. Karena ASN tidak memiliki kapasitas dalam memilih atau menolak Pj yang nantinya akan ditunjuk melanjutkan tongkat kepemimpinan Hengki Kurniawan.
“Ya kalau riak-riak di kalangan ASN kan selalu siapa itu ini dan sebagainya. Jadi ASN memang gak usah terpengaruh. Jangan terpengaruh oleh isu PJ dari Kemedagri, dari DPRD. Siapa pun yang ditugaskan oleh Kementerian Dalam Negeri, kita harus tegak lurus dan patsun. Kita tidak dalam kapasitas menolak, apalagi kita mengusulkan keinginan kita,” tegas Sekda Ade Zakir.
Ade pun menyampaikan bahwa sampai saat ini kondisi ASN, menjelang selesainya masa tugas Hengki Kurniawan tetap bekerja seperti biasa, dan Bupati pun tetap melaksanakan tugas sesuai dengan tupoksinya.
“Jadi dalam rangka terakhir kepemimpinan Pak Bupati, barangkali ya kita bekerja seperti biasa, karena sampai tanggal 20 itu kan beliau masih Bupati kami. Jadi kepada ASN tetap saja bekerja seperti biasa. Kita ikuti mekanisme alur yang ada. Jangan sampai karena akan selesai kita sudah bagaimana memangnya,” tukas Ade.
Bupati sendiri di akhir masa tugas saat ini, jelas Ade, masih terus melaksanakan giat. Beberapa di antaranya Bupati Hengki Kurniawan menyempatkan mengunjungi elemen masyarakat untuk berpamitan sehubungan masa akhir tugasnya yang kita dekat.
“Ada beberapa kegiatan yang saya lihat ya tapi masih dalam perencanaan ya. Mungkin beliau di akhir masa jabatan ini lebih ke pamit ya, ke berbagai stakeholder. Yang sudah dilakukan kan misalkan ke kalangan pengusaha dan buruh gitu kan. Nanti mungkin ke masyarakat, juga mungkin para kepala desa dan sebagainya. Ada momen-momen yang Pak Bupati manfaatkan untuk kegiatan pamitan lah. Mungkin itu akan terjadwal nanti sampai ke tanggal 20,” tegas Ade.
Ade juga mengatakan bahwa pwrsiapan untuk emenyelesaikan segala tugas dan giat dilakukan sambil menunggu SK selesainya masa jabatan Hengki Kurniawan sebagai Bupati Bandung Barat. Setelah SK terbit, maka serah terima akan segera dilakukan, mengambil contoh serah terima jabatan Gubernur Jabar, di mana Selesai tugas pada tanggal 5 Sepetember, namun tanggal 4 September sudah siap semua alih tugasnya.
“Kalau lihat Pak Gubernur itu kan habis tanggal 5. Tanggal 4 ya udah ini itunya diselesaikan. Kita sudah mempersiapkan itu, jadi begitu nanti SK nya terbit, kita akan koordinasi untuk menyiapkan serah terima,” pungkas Ade.
Sementara itu, hasil pantauan Bandungsatu.com , sosok yang digadang gadang akan menjabat Bupati Bandung barat, setelah Hengki Kurniawan lengser adalah Arsan Latif ASN dari Kemendagri RI. Info yang didapat PJ Bupati KBB adalah berpengalaman dan paham dalam mengurus pemerintahan, karena Arsan meniti karir dari bawah sebelum menjadi pejabat di Kemendagri.
Arsan Latif dilahirkan di Kota Sidrap Sulawesi Selatan 52 tahun yang lalu, mengawali karir pemerintahan sebagai Lurah di Sidrap, dan kemudian menjabat sekcam di salah satu kecamatan , masih di Kabupaten yang sama.
Karirnya kemudian melesat sebagai Kasubdit Barang Milik Daerah, Dirjen Keuangan di Kementrian Dalam Negeri. Selang beberapa waktu, ia kemudian menjadi Kasubdit Pajak Daerah dan Restribusi Daerah pada Ditjen Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri.
Karirnya kembali menanjak . ia menduduki jabatan Direktur Pendapatan Daerah Ditjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri. Saat ini ia menjabat , Ditjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri. (*)






