BANDUNG BARAT, BANDUNGSATU.COM – Korban laka truk terbalik di Jl. Raya Saguling Cipongkor, sebanyak empat orang saat ini masih menjadi perawatan intensif di RS Cahya Kawaluyaan, Kota Baru Parahyangan. Mereka adalah rombongan jamaah haul asal Kampung Cinagrog Desa Citalem, Kecamatan Cipongkor, yang saat kejadian nahas di Kampung Saleos, Desa Saguling, Kecamatan di Saguling itu menumpang truk yang terbalik.
Para pasien tersebut adalah Ipah (53), Siti (22), Mizna (4) dan Najma (12). Ke empat orang yang masih bertalian keluarga itu, mengalami luka berat di beberapa bagian tubuhnya.
“Kita masih melakukan penanganan medis terhadap 4 korban kecelakaan di Saguling. Mereka semua masih satu ikatan keluarga,” kata Wakil Kepala Bagian IGD Rumah Sakit Cahya Kawaluyan Herni Suharningsih, Sabtu (27/01).
Lima orang dari 28 penumpang truk dengan NopolD 8304 WY tersebut dilaporkan meninggal dunia sementara 23 orang lainnya luka-luka. Dari jumlah yang luka-luka tersebut, 19 orang diantaranya masih menjalani perawatan. 13 orang dirawat di Rumah Sakit Hasan Sadikin dan 7 orang lainnya di Rumah Sakit Cahaya Kawaluyan.
Herni mengatakan pihaknya menerima korban kecelakaan sebanyak 6 pasien, pada Jumat 26 Januari kemarin, pada pukul 02:41 WIB dini hari. Kemudian sekitar pukul 16:00 WIB, datang lagi satu pasein. Dengan demikian, total yang ditangani jadi 7 orang.
“Dari 7 pasien yang ditangani itu, mereka terdiri dari 2 orang dewasa dan 5 orang anak-anak. Ternyata mereka semua juga satu anggota keluarga. Kemarin 3 orang sudah pulih dan boleh pulang, karena keluarganya masih di sini dan mereka semua masih anak-anak, jadi mereka juga tetap di sini bersama keluarganya. Nah, kalau total yang dirawat tinggal 4 orang,” papar Herni.
Selain 13 orang yang dirawat di dua rumah sakit tadi, ada pula empat orang korban lainnya yang dirawat di Klinik Assyidda, Desa Saguling.
“Kalau di kita kemarin yang dirawat ada 4 orang. Sebanyak 3 orang sudah pulih dan dipulangkan, sedangkan satu orang pasien lagi pindah di rawat ke RS Cahya Kawaluyan karena keluarganya di sana. Pasien tersebut atas nama Najma, usia 12 tahun,” papar Yeti Heryani, petugas medis Klinik Assyidda Saguling. (*)






