<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Anak-anak - Bandungsatu.com</title>
	<atom:link href="https://www.bandungsatu.com/tag/anak-anak/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.bandungsatu.com/tag/anak-anak/</link>
	<description>Aktual Objektif Inspiratif</description>
	<lastBuildDate>Wed, 17 Mar 2021 13:58:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.10</generator>

<image>
	<url>https://www.bandungsatu.com/wp-content/uploads/2021/09/bandungsatuu-60x60.png</url>
	<title>Anak-anak - Bandungsatu.com</title>
	<link>https://www.bandungsatu.com/tag/anak-anak/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kelompok Pemberontak Sasar Anak-anak Jadi Korbannya, Orang Tua Tak Berdaya</title>
		<link>https://www.bandungsatu.com/kelompok-pemberontak-sasar-anak-anak-jadi-korbannya-orang-tua-tak-berdaya/</link>
					<comments>https://www.bandungsatu.com/kelompok-pemberontak-sasar-anak-anak-jadi-korbannya-orang-tua-tak-berdaya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yanto Kuswantoro]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Mar 2021 13:58:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[Anak-anak]]></category>
		<category><![CDATA[Konflik]]></category>
		<category><![CDATA[Mozambik]]></category>
		<category><![CDATA[Pemberontak]]></category>
		<category><![CDATA[Perang]]></category>
		<category><![CDATA[Save The Children]]></category>
		<category><![CDATA[Target]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.bandungsatu.com/?p=6338</guid>

					<description><![CDATA[<p>BANDUNGSATU.COM &#8211; Anak-anak berusia 11 tahun dipenggal di Mozambik oleh kelompok pemberontak yang telah menewaskan&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://www.bandungsatu.com/kelompok-pemberontak-sasar-anak-anak-jadi-korbannya-orang-tua-tak-berdaya/">Kelompok Pemberontak Sasar Anak-anak Jadi Korbannya, Orang Tua Tak Berdaya</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.bandungsatu.com">Bandungsatu.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BANDUNGSATU.COM</strong> &#8211; Anak-anak berusia 11 tahun dipenggal di Mozambik oleh kelompok pemberontak yang telah menewaskan ribuan orang dan memaksa lebih banyak orang meninggalkan rumah mereka, kata kelompok bantuan Save the Children yang berbasis di Inggris.</p>
<p>Save the Children mengatakan telah berbicara dengan keluarga pengungsi yang menggambarkan &#8220;adegan mengerikan&#8221; dari pembunuhan, termasuk ibu yang putranya terbunuh. Dalam satu kasus, wanita itu bersembunyi, tidak berdaya, dengan tiga anaknya yang lain ketika dia yang berusia 12 tahun dibunuh di dekatnya.</p>
<p>&#8220;Kami mencoba melarikan diri ke hutan, tetapi mereka mengambil putra sulung saya dan memenggalnya,&#8221; kata Elsa, perempuan 28 tahun yang keterangannya dikutip Save the Children, Selasa.</p>
<p>&#8220;Kami tidak bisa berbuat apa-apa karena kami akan dibunuh juga,&#8221; ujar Elsa, menambahkan.</p>
<p>Seorang ibu lainnya, Amelia (29), mengatakan bahwa putranya baru berusia 11 tahun ketika dia dibunuh oleh orang-orang bersenjata.</p>
<p>Direktur Save the Children di Mozambik Chance Briggs mengatakan laporan serangan terhadap anak-anak &#8220;membuat kami sakit hati&#8221;.</p>
<p>&#8220;Kekerasan harus dihentikan dan keluarga yang mengungsi perlu didukung saat mereka menemukan hubungan mereka dan pulih dari trauma,&#8221; lanjut Briggs.</p>
<p>Reuters tidak dapat segera menghubungi polisi Mozambik atau juru bicara pemerintah untuk dimintai komentar.</p>
<p>Provinsi paling utara Mozambik, Cabo Delgado, sejak 2017 menjadi rumah bagi pemberontakan yang terkait dengan ISIS, yang telah meningkat secara dramatis dalam setahun terakhir.</p>
<p>Meskipun pemenggalan kepala selalu menjadi ciri khas serangan tersebut, sepanjang tahun 2020 para pemberontak mulai secara teratur melibatkan militer untuk merebut dan mempertahankan kota-kota utama. Kebrutalan juga berlanjut, dengan pembunuhan massal termasuk pembunuhan sekitar 52 orang sekaligus di desa Xitaxi pada April tahun lalu.</p>
<p>Secara keseluruhan, hampir 2.700 orang di semua pihak telah tewas dalam kekerasan itu, menurut Proyek Lokasi &amp; Data Peristiwa Konflik Bersenjata (ACLED), sebuah konsultan yang melacak kekerasan politik. Hampir 670.000 orang telah mengungsi, kata Save the Children.</p>
<p>Amerika Serikat (AS) pekan lalu menyatakan kelompok Mozambik sebagai organisasi teroris asing atas hubungannya dengan ISIS, dengan mengatakan kelompok itu dilaporkan berjanji setia kepada ISIS pada awal 2018. ISIS mengklaim serangan pertamanya di Cabo Delgado pada Juni 2019.</p>
<p>Kedutaan Besar AS di Mozambik pada Senin (15/3) mengatakan pasukan khusus AS akan melatih marinir Mozambik selama dua bulan, dengan negara itu juga menyediakan peralatan medis dan komunikasi, untuk membantu Mozambik memerangi pemberontakan.</p>
<p>Amnesty International menemukan sebelumnya pada Maret bahwa kejahatan perang dilakukan oleh semua pihak dalam konflik, dengan pasukan pemerintah juga bertanggung jawab atas pelanggaran terhadap warga sipil sebuah tuduhan yang telah dibantah oleh pemerintah. (*)</p>
<p><strong>Editor : Rizki Nurhakim</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://www.bandungsatu.com/kelompok-pemberontak-sasar-anak-anak-jadi-korbannya-orang-tua-tak-berdaya/">Kelompok Pemberontak Sasar Anak-anak Jadi Korbannya, Orang Tua Tak Berdaya</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.bandungsatu.com">Bandungsatu.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.bandungsatu.com/kelompok-pemberontak-sasar-anak-anak-jadi-korbannya-orang-tua-tak-berdaya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ini Perbedaan Lama Durasi Tidur Pada Anak-anak dan Orang Tua</title>
		<link>https://www.bandungsatu.com/ini-perbedaan-lama-durasi-tidur-pada-anak-anak-dan-orang-tua/</link>
					<comments>https://www.bandungsatu.com/ini-perbedaan-lama-durasi-tidur-pada-anak-anak-dan-orang-tua/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yanto Kuswantoro]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Feb 2021 23:27:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Humaniora]]></category>
		<category><![CDATA[Anak-anak]]></category>
		<category><![CDATA[Durasi]]></category>
		<category><![CDATA[Jam Tidur]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Obesitas]]></category>
		<category><![CDATA[Olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[Orang Tua]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.bandungsatu.com/?p=5253</guid>

					<description><![CDATA[<p>BANDUNGSATU.COM &#8211; Waktu tidur yang cukup dan berkualitas salah satu hal penting untuk sistem imun&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://www.bandungsatu.com/ini-perbedaan-lama-durasi-tidur-pada-anak-anak-dan-orang-tua/">Ini Perbedaan Lama Durasi Tidur Pada Anak-anak dan Orang Tua</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.bandungsatu.com">Bandungsatu.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><strong>BANDUNGSATU.COM</strong> &#8211; Waktu tidur yang cukup dan berkualitas salah satu hal penting untuk sistem imun Anda, di samping pola makan sehat dan berolahraga teratur.</p>
<p dir="ltr">Dari sisi durasi, ada perbedaan kebutuhan waktu tidur sesuai usia dan seiring bertambahnya usia kebutuhan tidur pun terus menurun, mengapa bisa begitu?</p>
<p dir="ltr">Menurut Kementerian Kesehatan, anak usia 0-1 bulan umumnya membutuhkan waktu tidur 14-18 jam per hari untuk perkembangan otak yang baik dan normal. Mereka yang berusia 1-18 bulan kebutuhan tidurnya menjadi 12-14 jam setiap hari termasuk tidur siang.</p>
<p dir="ltr">Pada usia anak menjelang masuk sekolah, umumnya 3-6 tahun kebutuhan waktu tidurnya sekitar 11-13 jam. Studi menunjukkan, anak usia di bawah 6 tahun yang kurang tidur cenderung mengalami obesitas di kemudian hari.</p>
<p dir="ltr">Saat anak berusia 6-12 tahun, dia membutuhkan waktu tidur 10 jam. Kurang tidur bisa menyebabkannya menjadi hiperaktif, tidak konsentrasi belajar dan memiliki masalah pada perilaku di sekolah. Kemudian, ketika menjelang remaja (12-18 tahun), seseorang membutuhkan waktu tidur 8-9 jam untuk mengurangi risiko terkena depresi, tidak fokus dan mendapatkan nilai akademis buruk.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Anak-anak sampai remaja berusia 17 tahun durasi tidurnya lebih panjang karena bisa dibilang aktivitas fisiknya mesti lebih tinggi untuk anak-anak, jadi tidurnya juga lebih lama karena mendukung pertumbuhan dan perkembangan mereka,&#8221; ujar Health and Nutrition Science Nutrifood, Rendy Dijaya Muliadi dalam sesi Nutriclass via daring, Senin.</p>
<p dir="ltr">Rendy mengatakan, saat seseorang sudah memasuki usia 18 tahun ke atas, durasinya minimal 7 jam bukan berarti durasinya semakin pendek menjadi lima jam.</p>
<p dir="ltr">Menurut Kementerian Kesehatan, orang dewasa membutuhkan waktu tidur 7-8 jam setiap hari. Sementara orang lanjut usia yakni 60 tahun ke atas kebutuhannya 7 jam per hari.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Kurang tidur berkaitan dengan masalah berat badan berlebihan, diabetes dan jantung. Tidur kurang dari lima jam meningkatkan risiko <i>overweight</i> hingga 55 persen, diabetes hingga 37 persen,&#8221; kata Rendy.</p>
<p dir="ltr">Dalam kaitannya dengan berat bedan berlebihan, saat seseorang kurang tidur, dia cenderung makan lebih banyak di waktu bangun, belum lagi masalah keseimbangan hormon yang mengatur nafsu makan terganggu, konsumsi lebih banyak kalori dan lemas keesokan harinya sehingga lebih malas berolahraga.</p>
<p dir="ltr">Sementara terkait diabetes, orang yang kurang tidur terganggu sistem metabolisme glukosanya dan mengalami penurunan kemampuan toleransi glukosa dan sensitivitas insulin. (*)</p>
<p dir="ltr"><strong>Editor : Rizki Nurhakim</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://www.bandungsatu.com/ini-perbedaan-lama-durasi-tidur-pada-anak-anak-dan-orang-tua/">Ini Perbedaan Lama Durasi Tidur Pada Anak-anak dan Orang Tua</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.bandungsatu.com">Bandungsatu.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.bandungsatu.com/ini-perbedaan-lama-durasi-tidur-pada-anak-anak-dan-orang-tua/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 0/110 objects using Memcache
Page Caching using Disk: Enhanced 
Database Caching using Redis

Served from: www.bandungsatu.com @ 2026-10-11 14:12:40 by W3 Total Cache
-->