Balitbang Pertanian Kementan Gelar Workshop Industri Kentang

BANDUNGSATU.COM – Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian menyelenggarakan Gelar Teknologi Kentang Industri dengan tema ‘Inovasi Kentang Industri Untuk Negeri’.

Acara ini digelar dengan tujuan untuk akselerasi hilirisasi teknologi inovatif langsung kepada petani pengguna, pelaku agribisnis, pengambil kebijakan, akademisi dan masyarakat luas, di Balai Penelitian Tanaman Sayuran, Lembang, Jawa Barat ini dibuka oleh Menteri Pertanian RI, Syahril Yasin Limpo, pada tanggal 3 November 2021.

saat ini luas areal tanam kentang mencapai lebih dari 68.000 ha, yang tersebar di 12 Provinsi di Indonesia dengan produktivitas rata-rata 19 ton/ha.

Berdasarkan penggunaannya kentang dapat dijadikan sebagai kentang sayur dan bahan baku industri, diantaranya, keripik, kentang goreng (french fries), industri tepung dan yang lainnya. Industri besar yang mengolah kripik kentang di Indonesia memerlukan bahan baku tidak kurang dari 100 ton/hari, yang berasal dari kentang segar impor.

Bahan segar diimpor dari beberapa negara maju seperti Canada, Amerka Serikat, Australia dan Scotlandia. Volume impor kentang segar bahan baku industri untuk setiap tahunnya cukup tinggi mencapai rata-rata 200.000 ton/tahun.

Balitbangtan melalui Balitsa telah banyak menghasilkan teknologi inovatif yang sudah banyak dimanfaatkan oleh masyarakat luas. Sampai saat ini sudah dihasilkan 11 varietas kentang industry, seperti: Var. Medians, Ventury Agrihorti, Golden Agrihorti, AR08, Spudy, Papita dan lain-lain dimana masing-masing memiliki kelebihan dan keunikannya.

Namun demikian demikian, ada 3 varietas unggul yang sangat terkenal dan sudah diadposi oleh beberapa petani sentra, yaitu: Medians, Venturi dan Golden Agrihorti. Pada hari ini, dari para Peneliti kita, juga telah menghasilkan 2 (dua) calon varietas baru kentang industri yang memiliki keunggulan umbi besar, warna kuning dan produksi tinggi (di atas 25 ton/ha).

Secara nasional kontribusi Balitbangtan terhadap luas areal kentang nasional (50.000 ha dari total luas tanam nasional 68.000 ha) atau sebesar 73%.

Gelar teknologi kentang industri ini dilaksanakan dengan rangkaian antara lain, pelepasan ekspor produk olahan kentang industri ke USA dan China senilai Rp. 2,8 Miliar, pelepasan bahan baku kentang industri ke pengusaha olahan kentang, penyerahan benih kentang kepada penangkar, webinar Nasional kentang dengan tema POTATO PRODUCTION TECHNIQUES FOR PROCESSING PRODUCTS IN INDONESIA.

Webinar yang akan diselenggarakan pada tanggal 4 November 2021 dengan narasumber dari Wageningen University and Research, Balitbangtan dan Swasta.

Kegiatan lainnya adalah pameran dan demo produk olahan kentang industri, yang menampilkan berbagai teknologi kentang industri hasil penelitian Balitbangtan, meliputi teknologi perbenihan, budidaya, dan pasca panen kentang industri Binaan Balitsa dan BB Pasca Panen kepada beberapa Kelompok. Wanita Tani (KWT) di sentra-sentra kentang. Selain itu akan ditampilkan berbagai produk olahan kentang industri.

Pada acara ini, dalam sambutannya, Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo mengapreasiasi Kegiatan Gelar Teknologi Kentang Industri 2021 ini, dan mengharapkan semua pihak dapat memanfaatkan acara ini sebagai sarana untuk meningkatkan sinergi dan kerjasama baik antara unit kerja di Kementerian sendiri, maupun antar Kementerian Pertanian dengan stakeholder lain terkait.

Mentan berpesan agar Balitbangtan dapat memanfaatkan secara efektif acara ini untuk mempublikasikan teknologi dan varietas kentang terutama kentang industri, dan stakeholder terkait dapat mengambil manfaat sebesar-besarnya dari inovasi yang telah dikembangkan oleh Balitbangtan guna meningkatkan nilai tambah, pendapatan dan kesejahteraan petani di seluruh Indonesia.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *