Hengki Ajak Masyarakat Bangkit Bergerak Berjuang Bersama, Wujudkan Cita-cita Pemekaran

Plt Bupati Bandung Barat Hengki Kurniawan dalam acara peringatan HUT ke-14 KBB yang mengambil tema 'Bangkit Bergerak Berjuang Bersama' yang jatuh pada Sabtu (19/6/2021). Foto/Dok.Humas KBB

BANDUNGSATU.COM – Usia Pemda Kabupaten Bandung Barat (KBB) tidak terasa sudah genap mencapai 14 tahun sejak menjadi daerah otonomi terpisah dari Kabupaten Bandung.

Berbagai pembangunan di segala bidang telah banyak dilakukan untuk mewujudkan cita-cita pemekaran dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Begitupun sejumlah prestasi telah diraih di bidang pemerintahan.

Di usianya yang ke-14 tahun, Plt Bupati Bandung Barat Hengki Kurniawan mengajak masyarakat untuk ‘Bangkit Bergerak Berjuang Bersama’. Bangkit dan bergerak mengejar ketertinggalan dalam hal pembangunan, dan berjuang bersama untuk menyelesaikan berbagai rintangan yang dihadapi.

Melalui implementasi visi AKUR (Aspiratif, Kreatif, Unggul, Religius) yang berbasis pada pengembangan ekonomi, optimalisasi SDA dan kualitas SDM untuk ‘Bangkit Bergerak Berjuang Bersama’.

“Pemda KBB senantiasa berusaha mewujudkan visi misi dalam rangka meningkatkan kualitas pembangunan demi terwujudnya masyarakat KBB yang lebih sejahtera,” tuturnya.

Namun akibat pandemi COVID-19 yang terus berlangsung sampai kini, ada beberapa capaian yang mengalami penurunan. Seperti Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tahun 2020 mencapai 68,08 atau menurun sebesar 0,19 dari tahun 2019. Akibat COVID-19 persentase warga miskin meningkat jadi 10,49% dari asalnya 9,38%.

Penurunan juga terjadi pada laju pertumbuhan ekonomi yang turun signifikan hingga minus 2,41% dari target 6,04%. Akibatnya daya beli masyarakat juga menurun menjadi hingga Rp334.000. Sedangkan laju pertumbuhan penduduk berhasil ditekan mencapai 0,07%.

Kehadiran pandemi COVID-19 juga membuat sektor industri harus mengurangi produksinya, bahkan ada yang berhenti total sehingga berimbas kepada PHK secara massal. Akibatnya tingkat pengangguran terbuka meroket hingga 12,25% dari angka 8,17% pada tahun sebelumnya.

Indeks pendidikan pada tahun 2020 berhasil terelisasi sebesar 60,27 dari target 70,04, dengan harapan lama sekolah (HLS) 11,87 tahun dan rata-rata lama sekolah 8,19 tahun. Meski sedang pandemi COVID-19 secara keseluruhan indeks kesehatan mengalami peningkatan mencapai 80,52 poin dibanding tahun sebelumnya sebesar 80,22 poin.

Sedangkan pada urusan sosial, angka Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) yang tertangani meningkat menjadi 52,10% dari realisasi tahun 2019 yang mencapai 51,93%. Capaian tersebut melampaui target RPJMD sebesar 49,73%. Untuk urusan pangan, skor Pola Pangan Harapan (PPH) mengalami peningkatan menjadi 83,03 poin dari asalnya 83 di tahun sebelumnya.

Dampak pandemi juga sangat dirasakan pada sektor wisata. Jumlah kunjungan wisatawan selama 2020 hanya 4.088.811 dari sebelumnya 6.531.026 pada tahun 2019. Akibatnya PAD dari sektor wisata turun hingga 42,70%. Begitupun dengan sektor perdagangan yang turun hingga minus 8,15% dari target 10%.

“Banyaknya penurunan capaian itu karena pandemi COVID-19 yang terus berlangsung hingga kini sehingga berbagai aktivitas dan program pembangunan menjadi terhambat,” kata Hengki.

Menurutnya, berbagai upaya telah dilakukan untuk meminimalisasi penyebaran COVID-19. Namun langkah pemerintah daerah tidak akan berhasil jika tidak ada kolaborasi dengan berbagai pihak dan dukungan masyarakat.

“Semoga dengan semangat hari jadi KBB bisa membawa kesejahteraan dan keberkahan bagi masyarakat. Mari kita bangkit bergerak berjuang bersama dalam mewujudkan cita-cita para pejuang pemekaran,” tandasnya. advetorial

Editor : Rizki Nurhakim

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *