Panji : “KPKBB Sudah Selesai, Mau Membentuk Apa Lagi? Sekarang Waktunya Membangun”

Deklarasi Paguyuban Pejuang Pemekaran Peduli Kabupaten Bandung Barat (P4KBB) yang dihadiri oleh tokoh masyarakat, pejuang pemekaran, akademisi, dan mantan birokrat, di Gedung HBS, Cimareme, Sabtu (22/5/2021). Foto/BANDUNGSATU.COM

BANDUNGSATU.COM – Tokoh pendiri Kabupaten Bandung Barat (KBB), Panji Tirtayasa menghadiri deklarasi Paguyuban Pejuang Pemekaran Peduli Kabupaten Bandung Barat (P4KBB), yang digelar Sabtu (22/5/2021).

Secara gamblang dia menceritakan bagaimana perjuangan KBB bisa terbentuk dan lepas dari Kabupaten Bandung. Sejak merintis perjuangan tahun 1996 dengan berdirinya Aliansi Pemuda Bandung Barat, hingga akhinya perjuangan panjang membuahkan hasil dengan dimekarkannya KBB.

“KBB bukan warisan, bukan hadiah, tapi hasil perjuangan rakyat, makanya ketika ada musibah kami sangat kecewa berat. Jangan sampai kejadian ketiga kalinya bupati KBB ditangkap KPK, itu akan sangat memalukan,” ucapnya.

Namun kini, setelah KBB beridiri menjadi tugas semua pihak untuk membangun. Jangan sampai KBB terpuruk karena berbagai masalah yang menderanya. Lihatlah apa yang dibutuhkan masyarakat, di wilayah selatan KBB sejak dimekarkan sampai sekarang tidak ada perubahan yang berarti.

Kalaupun ada pembangunan jalan yang sudah terealisasi adalah karena kompensasi dari comunity development (comdev) proyek PLTA Uper Cisokan. Makanya spirit membangun saat ini sama dengan spirit waktu dulu ingin memekarkan KBB. Tapi karena KBB sudah terbentuk tidak relevan lagi keberadaan dari KPKBB (Komite Pembentukan Kabipaten Bandung Barat).

“KPKBB sudah selesai, mau membentuk apa lagi? Sekarang waktunya untuk membangun KBB,” kata pria asli KBB yang menghabiskan masa kecilnya di Cipeundeuy ini.

Sementara itu deklarasi P4KBB ini sebagai respons dari keprihatinan para pendiri, tokoh pemekaran, dan masyarakat atas kondisi KBB. Serta sebagai sosial kontrol terhadap jalannya pemerintahan baik di eksekutif maupun legislatif.

“P4KBB lahir karena melihat perkembangan KBB sebagai daerah otonom yang masih sangat jauh dari cita-cita pemekaran,” kata Ketua P4KBB, Jacob Anwar Lewi kepada wartawan.

Dia menilai, dua Bupati KBB yang dijadikan tersangka oleh KPK menjadi catatan kelam perjalanan sejarah KBB usai dimekarkan dari Kabupaten Bandung. Itu terjadi karena ada disorientasi kepemimpinan, dimana jabatan bukan dianggap sebagai amanah tapi ajang untuk memperkaya diri dan keluarga.

P4KBB juga mengingatkan agar Plt Bupati Hengki Kurniawan tidak membuat kebijakan yang membuat gaduh. Termasuk merubah jargon KBB Lumpaaat menjadi Berkah. Teruskan visi misi AKUR sesuai janji politik ketika masa kampanye. Sebab itu harus dipertanggungjawabkan ke masyarakat di akhir masa jabatan lima tahun nanti.

“Jangan sampai kekecewaan masyarakat memuncak yang berujung mosi tidak percaya kepada pemerintah daerah. Di sinilah P4KBB hadir sebagai sosial kontrol dan penyeimbang, untuk memberikan kritik dan saran ke pemerintah,” tegasnya.

Deklarasi P4KBB ini dihadiri oleh sejumlah tokoh di KBB, seperti Wakil Bupati KBB periode 2008-2013 Ernawan Natasaputra, tokoh akademisi Djamu Kertabudi, Ketua dan Wakil Ketua DPRD KBB, serta Plt Bupati Bandung Barat. Disampaikan pula sejumlah pernyataan sikap dari perwakilan masyarakat di 16 kecamatan kepada Pemda KBB. (*)

Editor : Rizki Nurhakim

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *