Jebolnya Turab di Perumahan Ecoliving Menyebabkan Rumah di Taman Bunga Cilame Kebanjiran

Foto/Istimewa

BANDUNGSATU.COM – Hujan deras yang mengguyur wilayah Desa Cilame Kecamatan Ngamprah KBB, menyebabkan banjir Cileuncang yang membawa material pasir, kerikil dan batu, Jumat Petang (30/10).

Material batu, pasir dan kerikil tersebut datang dari arah perumahan Eco Living Mekarsari Desa Cilame, karena buruknya saluran air yang ada menyebabkan turabnya Jebol.

Hal tersebut disampaikan Kades Cilame, Aas Mohamad Asor.

Aas mengatakan selama ini saluran air pembuangan di Ecoliving tidak tertata dengan baik, bahkan Aas mengatakan drainase pembuangan air saat hujan ataupun air limbah rumah tangga, tidak terkoordinasi sehingga tidak jelas arah buangan akhirnya.

”Itu permasalahan lama, jadi buangan air dari hujan, pasti ke Taman Bunga. Seperti saat ini, sistem drainasi ini tidak berfungsi dan tidak terkoordinasikan. Di lain sisi, dari perumahan Ecoliving juga, belum tertata secara sistematis atau secara layak,” ujar Aas.

”Karena Ecoliving, itu, kontur tanahnya agak tinggi, landai, terus semua buangan air hujan pasti ke Taman Bunga,” ungkap Aas.

Aas menjelaskan, sebenarnya penyelesaian persoalan pembuangan air ini sudah beberapa kali dikomunikasikan antara Ecoliving dan Pengurus RW 23, Cilame namun sampai saat ini tidak pernah terlihat kelanjutan atau solusi yang diambil dari permasalahan tersebut.

“Sebenarnya ini tuh udah berapa kali dikomunikasikan untuk diselesaikan, baik yang melibatkan pihak Eco Living dengan pengurus RW 23 perumahan Taman Bunga, namun seolah tidak ada titik ketemu atau tidak pernah tuntas atau tidak ada upaya menuntaskan,” kata Aas.

Ketidakjelasan soal penyelesaian permasalahan saluran air ini terihat hari ini setelah hujan besar menguyur di wilayah RW 23, dimana saat terjadi hujan deras, akhirnya air limpasan hujan menggenang dan tidak bisa diserap ke tanah atau dialirkan ke saluran yang semestinya jadi pembuangan air hujan atau limbah rumah tangga.

“Kan hujan barusan cukup gede. Malah dari sore sudah sempat debit air bertambah besar. Jadi pas hujan hari ini, ya mungkin debit air terus membesar, dampaknya beberapa saluran air tidak mampu tampung,” jelas Aas.

Sementara itu Ketua RW 23 Desa Cilame, Sartono Kecamatan Ngamprah KBB, telah mendata imbas dari hujan deras dan banjir yang melanda wilayahnya.

“Telah terjadi turab roboh/ambrol yang disertai longsoran tanah akibat kondisi hujan lebat. Kejadian tersebut menyebabkan material tanah longsoran menutup sebagian akses jalan serta mengganggu aliran air,” kata Sartono

Selain itu, imbuh Sartono, derasnya aliran air dari area yang lebih tinggi mengakibatkan air mengarah dan masuk ke area permukiman dan rumah warga. Kondisi ini menurutnya dikhawatirkan dapat semakin meluas apabila hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.

“Untuk itu, kami Pengurus RW 23 Cilame memohon perhatian dan tindak lanjut segera dari pihak terkait, khususnya agar dapat dilakukan peninjauan dan pengecekan langsung ke lokasi, serta penanganan terhadap, turab yang roboh/ambrol, material tanah longsoran yang menutup akses jalan, aliran air yang mengarah ke permukiman warga, kondisi area sekitar yang berpotensi mengalami longsor susulan dan upaya penanganan sementara maupun permanen guna mencegah kejadian semakin meluas dan membahayakan keselamatan warga,” ungkapnya.

“Mengingat kondisi tersebut terjadi pada saat hujan lebat dan terdapat aliran air dari area yang lebih tinggi, kami berharap pihak terkait dapat segera melakukan langkah penanganan dan mitigasi di lapangan, terutama untuk memastikan keamanan warga dan akses jalan di sekitar lokasi,” pungkas Sartono. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *