BANDUNGSATU.COM – Paguyuban Pengusaha Lokal (P2L) menggelar bakti sosial berupa satunan pada anak yatim dan dan sunatan masal. Hal itu disampaikan Ketua Paguyuban Pengusaha Lokal KBB, Muhammad Ilyas, Sabtu (12/09).
Ilyas mengatakan, ia sebelumnya berkomunikasi dengan seluruh pengurus untuk menggelar bakti sosial ini. Komunikasi tersebut kemudian dimatangkan dalam rencana kerja dan kemudian dilaksanakan.
”Awal mulanya konsep kegiatan ini, kita berkomunikasi dengan seluruh pengurus P2L KBB untuk mengadakan kegiatan sosial, Pertama yaitu santunan terhadap anak yatim dan yang kedua ini kegiatannya itu sunatan masal alam ceria, yang dilaksanakan di Pura Putih Lembang,” kata Ilyas.
”Konsep khitanan massal alam ceria ini diusung, karena para pengantin khitanan massal ini akan dibawa berkeliling, outbound ke wisata-wisata alam yang berada di wilayah Lembang Cikole,” imbuhnya.
Acara yang akan digelar pada Minggu (13/09) ini diharapkan bisa menjadi contoh bagaimana para pengusaha lokal bisa memberi kontribusi sosial sehingga bisa didukung oleh Pemerintah Daerah suatu saat nanti.
”Kegiatan yang besok akan dilaksanakan pada tanggal 13 September 2026 semoga dapat berjalan dengan hikmah, dapat berjalan dengan baik, aman, lancar, dan tidak ada sedikit gangguan apapun juga demi untuk kenyamanan para pengantin sunat itu,” kata Ilyas.
Ilyas juga mengatakan bahwa peserta sunatan masal iyu berjumlah 15 orang. Meski demikian sebenarnya pada awalnya ditargetkan 50 dampai 60 orang. Namun banyak diantaranya yang berhalangan, sehingga tersisa 15 peserta saja.
”Sebetulnya tadinya pinginnya sekitar hampir 50 atau 60 orang. Karena ada yang ibunya sakit, mungkin ada yang kakaknya meninggal, dan ada beberapa hal mungkin dengan kondisi kejauhan juga. Kejauhan karena mungkin kita berada tempatnya di Lembang, tapi nanti langkah ke depannya, mudah-mudahan dengan kegiatan ini kami dari P2L KBB akan mengadakan setiap kecamatan,” jelasnya.
”Kegiatan ini juga dengan di bulan mulut Nabi yang istilahnya mudah-mudahan kegiatan ini dapat bisa berjalan dengan Maulud Nabi ini mudah-mudahan menjadi berkah. Kalau disebutkan kurang mampu tidak juga ya,” imbuhnya.
Sementara itu Panitia Pelaksana Khitanan Massal Alam Ceria dari P2L KBB, Eman Sulaeman mengatakan, para peserta berasal dari Padalarang, Batujajar, Cisarua, Lembang.
”Mereka sebelum khitan diajak dulu berwisata ya sambil kita mengajak mereka itu untuk refreshing, sambil mengajak mereka itu para pengantin sunat itu supaya bisa mengerti alam KBB yang berada di Cikole Lembang dan mereka supaya istilahnya mereka itu supaya ceria dan bisa menikmati alam,” katanya.
Eman juga menambahkan bahwa acara ini terselenggarakan juga berkat bantuan dari Baznas dan para donatur. Baznas memberikan bantuan dana juga bingkisan untuk para peserta khitanan massal dan para yatim piatu.
”Kita ada bingkisan mungkin dari bantuan juga dari Basnas dan para donatur. Dari Basnas bantuan juga bingkisan berupa uang atas dan barang-barang juga.
Dan juga dari P2L KBB, dari pengurusan P2L KBB ikut membantu juga, “cecepan” juga untuk mereka-mereka. Ya untuk bekal mereka lah,” jelasnya.
Dari data yang diperoleh pesrta sunatan massal tersebut, usia paling tua 9 tahun dan paling muda 6 tahun. Semua biaya diatanggung oleh P2L KBB.
“Peserta didampingi orangtua, dia mungkin nanti dia akan berwisata di kawasan alam Lembang. Berwisata alam dengan acara outbound dan didamping oleh para panitia dan orangtua, digratiskan juga, jadi semua gratis, Semua ditanggung panitia dan pengurus,” ungkap salah satu pengurus yang juga Ketua Pelaksana Bakti Sosial, Eman.
Eman juga menyatakan, bahwa dokter yang menangani acara Khitanan massal ini berasal dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat. Selain itu, kata Eman, ada pula pengobatan gratis dengan paramedis dari RS IMC. Tidak hanya itu, beberapa rumah sakit pun turut membantu Seperti Rumah Sakit Graha, dan RS PISU.
“RS Graha dan RS PISU yang selalu membantu kita. PISU membantu untuk mobilisasinya. Terus saya berterima kasih pengusaha-pengusaha, khususnya dari CEO Pilar Putih dan PT Putra Perdana telah membantu,” kata Eman.
Eman juga menegaskan bahwa dalam program khitanan masal ini P2L KBB tidak melihat para peserta berasal dari kalangan yang mampu atau tidak mampu. Terlebih untuk mereka yang tidak mampu, dipilih program santunan anak yatim.
”Keluarga tidak mampu dan mampu juga pun tidak masalah. Saya ke depan akan tetap rutin, akan tetap rutin bersosial kepada masalahat KBB. Ya bukan kita ingin istilahnya mencari apa atau mencari muka. Ya ini mungkin adalah sebagai inisiatif sedikit perhatian, namanya, anggaran-anggaran yang kita keluarkan itu,” ungkap Eman.
Dan ini berbentuk amal saja dari para pengusaha KBB. Ya seperti itu, pengusaha lokal KBB, seperti itu. Dan kami sebagai ketua panitia mengucapkan banyak terima kasih kepada para sponsor, atau mungkin penyumbang-penyumbang dan donator yang telah memberikan partisipasinya. Mudah-mudahan para donator ini diberikan kesuksesan, diberikan, apa, diberikan rizki yang berlimpah dan berkah,” pungkas Eman. (*)






