BANDUNGSATU.COM – Tiga orang tewas menyusul ledakan mortir 81 komando di Kampung Ciparang, Desa Cipatat, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (08/07).
Hal itu disampaikan langsung oleh Kapolsek Cipatat, Kompol DMS Andriani Sapin.
“Betul kejadian tadi pagi sekitar jam 10.30 WIB, ada 3 korban MD (Meninggal dunia) akibat ledakan mortir 81 komando,” kata Andriani.
Menurut Andriani , ledakan mortir terjadi di samping rumah salah satu korban. Saat saksi tiba di lokasi, ketiga korban ditemukan dalam kondisi tergeletak.
“Awalnya suara ledakan, ada saksi yang langsung ke sana, dilihat sudah tergeletak, dua sudah tidak bernafas, satu luka berat dan sempat dibawa ke rumah sakit, tapi akhirnya meninggal dunia juga,” ungkapnya.
Berdasarkan keterangan saksi, mortir yang meledak, diduga merupakan barang yang dipungut korban dari Pusdikif Cipatat.
“Dugaan seperti itu, dari keterangan saksi, korban ini memang biasa memulung selongsong dan proyektil, padahal dilarang oleh TNI,” pungkasnya. (*)






