BANDUNGSATU.COM – Pemerintah Kota Cimahi menggelar upacara Peringatan Hari Jadi ke-25 Kota Cimahi di Lapangan Alun-Alun Kota Cimahi, Sabtu (21/06),1 dilanjutkan dengan Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kota Cimahi.
Upacara peringatan dipimpin langsung Walikota Cimahi, Ngatiyana, serta dihadiri Wakil Walikota Cimahi Adhitia Yudisthira, unsur Forkopimda, pimpinan DPRD, instansi vertikal, tokoh masyarakat, kepala perangkat daerah, camat, lurah, pelajar dan berbagai elemen masyarakat.
Dalam amanatnya, Ngatiyana menegaskan, peringatan hari jadi bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan bentuk penghormatan terhadap perjuangan para tokoh dan pelopor otonomi daerah yang telah memperjuangkan lahirnya Kota Cimahi sebagai daerah otonom.
“Keberadaan Kota Cimahi hari ini merupakan hasil perjuangan panjang para pendahulu. Tugas kita sekarang adalah melanjutkan perjuangan tersebut dengan menghadirkan pembangunan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Ngatiyana.
Ngatiyana mengatakan, peringatan tahun ini, Kota Cimahi mengusung tema “Arunakarsa Perak Cimahi,” yang mencerminkan semangat harapan baru, kebangkitan, dan tekad untuk terus melakukan perubahan menuju kota yang lebih maju dan sejahtera.
“Selama 25 tahun perjalanan pembangunan, Kota Cimahi terus berupaya menjawab berbagai tantangan perkotaan melalui penguatan infrastruktur, pelayanan publik, kesehatan, pendidikan, perlindungan sosial, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat,” ungkapnya.
Ngatiyana menjelaskan, di bidang infrastruktur, Pemerintah Kota Cimahi berhasil merealisasikan pembangunan Bundaran Jati yang mampu mengurangi kepadatan lalu lintas di kawasan Jalan Jati-Cihanjuang. Selain itu, pemerintah juga tengah mempersiapkan pembangunan Underpass Gatot Subroto dan mendukung percepatan pembangunan flyover sebagai bagian dari upaya meningkatkan konektivitas dan mobilitas masyarakat.
Sementara di sektor kesehatan, sejumlah fasilitas pelayanan terus diperkuat melalui pembangunan Laboratorium Kesehatan Masyarakat, revitalisasi Puskesmas Cibeureum, pengembangan Unit Pelayanan Darah RSUD Cibabat, serta berbagai inovasi layanan kesehatan yang semakin mendekatkan akses pelayanan kepada masyarakat.
Pemerintah Kota Cimahi juga memberikan perhatian terhadap kelompok rentan melalui pembangunan Rumah Singgah Dinas Sosial, penguatan program bantuan sosial, bantuan pendidikan, ketahanan pangan, serta berbagai program perlindungan masyarakat lainnya.
Menurut Ngatiyana, berbagai capaian pembangunan tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh pemangku kepentingan. Kolaborasi antara pemerintah, DPRD, Forkopimda, dunia usaha, akademisi, komunitas, media, dan masyarakat menjadi modal utama dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.
“Pembangunan tidak mungkin dilakukan sendiri oleh pemerintah. Dibutuhkan sinergi dan kolaborasi seluruh pihak agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata,” tegas Ngatiyana.
Sementara itu masyarakat yang hadir di tengah upacara mengaku, selama 25 tahun Cimahi berdiri, ruang publik, keamanan dan kepadatan lalu lintas terlihat mendapat perhatian serius.
“Yang saya rasa keamanan dan ketersediaan ruang publik cukup baik. Kemacetan juga berangsur ditata dengan membuat rekayasa lalin. Sudah ada underpass Sriwijaya, ada bunderan jati juga. Tinggal mengatasi pengangguran yang jadi PR, juga penanganan bencana,” kata Tubagus, warga Jl.Terusan yang sudah menetap di Cimahi lebih dari 50 tahun.
Sementara Saufat dan Hasna, pelajar kelas 11 salah satu SMA di Cimahi berharap ruang publik edukatif bisa ditambah. Pun ruang publik untuk olahraga.
“Tempat nongkrong anak muda di mana kita bisa belajar di situ untuk nambah pengetahuan harus dibuat di Cimahi. Perpustakaan juga bagus nya di setiap Kecamatan dibuat representatif biar kita juga bisa menggali ilmu,” kata Hasna.
“Adain taman gym dong, biar kita bisa ngegym secara free. Trus ada sarana olahraga yang bagus di tiap kecamatan. Kami juga gen-z pingin di Cimahi ada bioskop kayak di zaman mamah aku remaja,” kata Saufat menimpali. (*)






