BALAD KBB, Akan Menggelar Ruqyah Syariyyah Meminta Bupati Copot Kepala BKPSDM Diduga Terlibat Asusila

Kantor Bupati Bandung Barat. Foto/Istimewa

BANDUNGSATU.COM – Sebuah pemandangan ironis tersaji di halaman Kantor Bupati Kabupaten Bandung Barat (KBB) Jumat lalu (05/06). Barisan Literasi dan Advokasi Daerah (BALAD KBB) menggelar aksi spiritual Istighasah Qubro dan Doa Bersama demi menyelamatkan marwah moralitas daerah. Namun, tidak ada satu pun perwakilan aparatur sipil negara (ASN) maupun pejabat Pemkab KBB yang berani keluar gedung untuk menemui warganya. Kegiatan yang dimulai sejak pukul 10.00 WIB ini berlangsung dengan khusyuk di bawah pimpinan ulama kharismatik, Kiai Adev. Lantunan zikir dan doa dipanjatkan di tengah keprihatinan masyarakat atas lambannya penanganan kasus dugaan pelanggaran moral dan asusila berat yang melibatkan oknum pejabat di wilayah Bandung Barat. Meskipun massa aksi yang hadir berkisar antara 50 hingga 70 orang, kehadiran mereka membawa legitimasi moral dan sejarah yang sangat kuat.

Aksi ini dihadiri langsung oleh perwakilan Tokoh Pendiri KBB, organisasi kemasyarakatan (ormas), tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pendidikan, hingga kelompok pelajar lintas generasi. Koordinator Lapangan Komunitas BALAD KBB, menyatakan kekecewaan mendalam atas sikap apatis dan ‘krisis nyali’ yang dipertontonkan oleh jajaran birokrasi KBB hari ini.

“Ini adalah gedung rakyat, dibangun dengan uang rakyat. Kami datang ke sini tidak membawa senjata, kami hanya membawa dzikir dan doa yang dipimpin langsung oleh Kiai Adev. Yang tentunya didasari oleh rasa cinta kepada Bandung Barat. Sangat memalukan melihat para pejabat di dalam gedung sana justru kompak bersembunyi.

Apakah birokrasi KBB saat ini sudah begitu alergi dengan doa dan kebenaran?” kata Koordinator BALAD KBB, Hasanul Fikri dengan nada geram. Kehadiran perwakilan tokoh pendiri KBB di tengah-tengah massa juga menambah suasana haru. Para tokoh tidak kuasa menahan kesedihan melihat daerah yang didirikannya dengan perjuangan panjang, kini didera krisis moralitas aparatnya.

Terlebih lagi, alih-alih berbenah, oknum pelaku asusila tersebut justru dikabarkan melakukan manuver hukum dengan melaporkan balik pihak pelapor ke Polda Jawa Barat. Dalam orasi di sela-sela istighasah, BALAD KBB menegaskan 3 tuntutan mutlak kepada Pimpinan Bandung Barat, yakni, segera nonaktifkan ASN amoral yang terlibat kasus asusila demi menjaga nama baik institusi. Kawal ketat kinerja Inspektorat (Irbansus) hentikan aksi sulap birokrat untung mengalihkan isu ini dan stop kriminalisasi dan intimidasi terhadap aktivis serta masyarakat yang menyuarakan kebenaran. Komunitas BALAD KBB menegaskan, bungkamnya pihak Pemda hari ini tidak akan menghentikan gerakan moral ini. Berkas tuntutan resmi akan tetap dilayangkan kepada lembaga terkait.

Tidak diresponnya istigosah qubro oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jumat lalu membuat BALAD KBB akan menggelar acara yang lebih gebyar, yaitu Ruqyah Syariyyah jelang 19 Tahun KBB yang akan digelar Rabu (17/06) mulai pukul 10.00 WIB di depan halaman Kantor Bupati Bandung Barat. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *