Ditunjuk Jadi Ketua Forjasi KBB, Arie Somantri Siap Bersinergi dengan Pemerintah Daerah

Ketua Forum Jasa Konstruksi (ForjasI) KBB, Arie Somantri berfoto dengan Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail. Foto/Istimewa

BANDUNGSATU.COM – Forum Jasa Kontruksi Kabupaten Bandung Barat (Forjasi KBB) mengadakan perubahan pengurus baru. Organisasi tersebut baru saja mengadakan pergantian pimpinan.

Sosok Yacob Anwar Lewi, sebagai salah satu pendiri dan juga Ketua Forjasi Kabupaten Bandung Barat, mewakil teman teman memberikan amanah langsung kepemimpinan ke Wakil Ketua Forjasi KBB, Arie Somantri, menjadi Ketua untuk menjalankan roda organisasi bagi para pengusaha lokal yang bergerak dalam jasa konstruksi.

Yakob berharap, Ketua Forjasi KBB saat ini, Arie Somantri, bisa mewadahi pengusaha lokal dengan baik dan menjaga nama baik Forjasi.

“Forjasi KBB sebagai organisasi pengusaha jasa kontruksi lokal bisa bersinergi dengan Pemda KBB dan ikut serta membangun Kabupaten Bandung Barat,” kata Yakob, Selasa (12/05).

Sementara itu, Ketua Forjasi KBB yang baru, Arie Somantri mengatakan, pihaknya akan menjalankan amanah dengan sebaik baiknya sesuai visi misi Forjasi.

Arie pun berharap agar Pemerintah Daerah KBB memperhatikan pengusaha lokal yang bergerak dalam jasa konstruksi.

“Selain membuat pengusaha lokal menjadi ’tuan rumah,’ dan pengusaha lokal jangan menjadi penonton saja, karena mereka bisa menjadi penghasil PAD (Pendapatan Anggaran Daerah) yang besar juga, bila diberi perhatian besar oleh Pemda KBB,” kata Arie.

”Saya meminta untuk pemerintah daerah ada perhatian buat pengusaha-pengusaha lokal. Jangan sampai pengusaha lokal itu jadi penonton di rumahnya sendiri. Kita menganggap PAD dan bisa menjadikan perputaran uang di daerah sendiri dan kalau pengusaha lokal, itu kan PAD-nya pajak-pajaknya ke pemerintahan kita sendiri,” imbuhnya.

Arie menyebut, dengan diberikan ruang kepada pengusaha lokal agar lebih maju, maka perputaran urang tidak akan keluar dari daerah KBB. Dengan demikian pengusaha lokal bisa ’menghidupi’ wilayahnya sendiri.

”Berarti ada PAD-nya. Tapi kalau pengusaha luar, PAD kan nggak masuk ke Bandung Barat. Jadi siklus untuk perputaran uang ada di KBB,” tegas Arie.

Arie sendiri mengaku bahwa Forjasi KBB, sebagai salah satu organinasi para pengusaha jasa konstruksi selalu membuka ruang untuk para pengusaha lokal. Dari interaksi yang didapatkan, mereka, para pengusaha lokal itu sering mengeluh tidak ada yang bisa dikerjakan di Bandung Barat, karena mereka tidak diberdayakan Pemerintah daerah.

”Kalau kita memperkerjakan dan memperhatikan pengusaha-pengusaha lokal yang ada di Bandung Barat. Sedangkan Forjasi itu kan wadah, wadah para pengusaha jasa konstruksi. Banyak pengusaha-pengusaha yang mengeluh tentang tidak adanya proyek-proyek, atau kebagian proyek-proyek di Bandung Barat. Kalau pengusaha lokal diperdayakan, PAD akan meningkatkan dari pajaknya. Juga pegawai-pegawainya juga masyarakat Bandung Barat yang diperkerjakan. Jadi ada perhatian khusus lah,” ungkap Arie

“Bagi Bupati, emang siklus siapapun itu, stakeholder yang ada kegiatan untuk bisa memperhatikan pengusaha-pengusaha lokal yang ada di Bandung Barat dengan wadah Forjasi salah satunya,” tegas Arie.

Arie pun setelah ditunjuk menjadi ketua Forjasi KBB akan menghidupkan kembali Forum Jasa Konstruksi yang selama ini dipandang dalam status stagnansi, terutama kembali menjalin komunikasi dengan Pemda KBB agar blue print yang dimiliki Forjasi bisa berjalan.

“Yang tadinya saya di bidang Wakil Ketua dan sekarang ditunjuk menjadi Ketua Forjasi KBB, saya lebih leluasa menjalankan roda organisasi. Dengan saya, yang ditunjuk menjadi ketua akan berkolaborasi dengan semua OPD dan bisa memfasilitasi komunikasi dengan pemerintah daerah. Sampai saat ini baru sebatas audiensi-audiensi saja, dan kerjasama pun tidak ada, nanti saya akan maju ke depannya, biar saya nantinya mengurus untuk komunikasi dengan pengusaha-pengusaha lokal dan berkolaborasi dengan pemerintah daerah,” tukas Arie. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *