Aktivis Jabar: Kajati Jabar yang Baru Dilantik Momentum Kembalikan Kepercayaan Masyarakat

Foto/Istimewa

BANDUNGSATU.COM – Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat (Kajati Jabar) yang baru kini dijabat Dr Sutikno SH, MH.

Dengan pelantikannya sebagai Kajati Jawa Barat yang baru, publik kini menaruh harapan besar terhadap gebrakan nyata dalam penuntasan kasus korupsi yang selama ini dinilai mandek di Jawa Barat.

Sutikno bukan nama baru dalam dunia penegakan hukum. Ia dikenal memiliki rekam jejak kuat sebagai jaksa yang konsisten memberantas korupsi, terutama saat menjabat sebagai Direktur Penuntutan di Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus).

Prestasi Sutikno antara lain menyita aset senilai triliunan, hingga membongkar kasus besar.

Nama Sutikno naik daun setelah memimpin penyitaan uang negara sebesar Rp11,8 triliun dari kasus korupsi ekspor crude palm oil (CPO)—salah satu yang terbesar dalam sejarah Kejaksaan RI.

Selain itu, ia juga dikenal berani mendorong korporasi besar untuk mengembalikan kerugian negara, sekaligus menegaskan komitmen penegakan hukum tanpa kompromi.

Sutikno dikenal tegas, transparan, dan berorientasi pada hasil. Ia bahkan membuka akses kepada publik untuk melihat langsung barang bukti uang sitaan, sebagai bentuk akuntabilitas kepada masyarakat.

Prestasinya diantaranya 78 perkara masuk tahap penyelidikan. Sementara melalui 59 perkara yang naik ke penyidikan, Rp12,36 miliar uang negara berhasil diselamatkan.

Sejumlah kasus besar yang ditanganinya antara lain, Korupsi dana PI 10% Blok Rokan, dugaan korupsi perkebunan sawit di kawasan hutan, proyek pembangunan pelabuhan hingga kredit KUR.

Prestasi tersebut menjadi bukti nyata konsistensi Sutikno dalam mengawal penegakan hukum berbasis integritas.

Harapan terhadap kepemimpinan baru di Kejati Jabar juga datang dari kalangan aktivis. Agus Satria, Kordinator Aktivis Jawa Barat menyampaikan apresiasi atas penunjukan Sutikno sebagai Kajati Jabar.

Menurut Agus, rekam jejak Sutikno dalam menangani kasus korupsi menjadi modal kuat untuk membenahi penegakan hukum di Jawa Barat.

“Banyak laporan kasus korupsi di Jawa Barat yang belum bisa dituntaskan. Dengan hadirnya Pak Sutikno yang punya track record bagus dalam menangani kasus korupsi, kami berharap kasus-kasus yang selama ini mandek bisa segera dituntaskan,” tegas Agus.

Agus mengatakan, kehadiran figur yang tegas dan berpengalaman sangat dibutuhkan untuk mengembalikan kepercayaan publik terhadap Kejaksaan Tinggi Jawa Barat.

“Kini, tantangan besar menanti Sutikno. Sebagai wilayah dengan tingkat kompleksitas perkara tinggi, Kejati Jawa Barat menjadi salah satu barometer penegakan hukum di Indonesia. Publik berharap, di bawah kepemimpinan Sutikno, penanganan kasus korupsi bisa dipercepat Tidak ada lagi perkara yang berlarut-larut,” ungkap Agus.

Agus mengatakan, penunjukan ini juga dipandang sebagai sinyal kuat bahwa Kejaksaan Agung tengah serius menempatkan figur berintegritas di wilayah strategis.

Agus mengatakan, dengan kombinasi pengalaman, ketegasan, dan dukungan publik, kepemimpinan Sutikno di Kejati Jabar diharapkan menjadi momentum baru dalam upaya “bersih-bersih” kasus korupsi di Jawa Barat.

“Sorotan publik saat ini, tertuju pada langkah konkret yang akan diambil, apakah benar era kasus mandek akan berakhir di tangan Kajati Jabar yang baru,” pungkas Agus. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *