Hadiri Rapat Anggota KPSBU Lembang, Jeje Minta Generasi Muda Ikut Berternak Secara Inovatif

Foto/Dok.Prokompim Setda KBB

BANDUNGSATU.COM – Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail, mengahadiri Rapat Anggota Tahunan Koperasi Peternak Sapi Bandung Utara (KPSBU) Lembang, Kamis (09/04).

Dalam sambutannya Jeje menyebut ia melihat semangat para peternak susu, yang menurutnya memiliki dedikasi, sehingga produksi susu para peternak di bandung Barat semakin hari semakin baik dan mengalami peningkatan.

“Saya masih ingat, beberapa waktu lalu ketika saya mengunjungi langsung kandang-kandang sapi perah di wilayah Lembang dan sekitarnya. Yang saya lihat bukan sekadar ternak dan ember susu. Yang saya lihat adalah semangat, ketekunan, dan kesetiaan para peternak kita yang dari hari ke hari, dari tahun ke tahun, merawat sapi-sapi mereka dengan penuh dedikasi. Di balik setiap liter susu yang terkirim ke kota, ada kerja keras yang tidak pernah cukup mendapat pengakuan. Maka di forum yang terhormat ini, saya ingin mengatakannya dengan tegas, kami melihat perjuangan kalian, dan kami berterima kasih,” ungkap Jeje.

Jeje menyebut KPSBU Lembang adalah institusi ekonomi rakyat yang telah teruji melewati berbagai zaman, krisis moneter, pandemi, gejolak harga pakan global dan selalu berhasil bangkit.

Ia mengatakan, ketika banyak usaha lain tumbang, KPSBU tetap berdiri karena fondasinya dibangun bukan di atas modal semata, melainkan di atas kepercayaan dan kebersamaan anggotanya.

“Inilah yang dimaksud bung Hatta ketika ia mencita-citakan koperasi sebagai soko guru perekonomian nasional. KPSBU Lembang adalah jawabannya. Kontribusi KPSBU bagi Kabupaten Bandung Barat sangat nyata. Ribuan keluarga peternak menggantungkan nafkahnya pada ekosistem yang KPSBU bangun. Rantai nilai yang tercipta — dari pakan ternak, pelayanan kesehatan hewan, hingga pemasaran susu segar — menggerakkan ekonomi lokal secara riil dan inklusif,” jelas Jeje

“Inilah model pembangunan yang kami ingin terus perkuat: ekonomi yang tumbuh dari bawah, dari desa, dari kandang kandang peternak kita. saudara-saudara yang saya cintai, sebagai kepala daerah, saya ingin menyampaikan komitmen yang jelas, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat menempatkan penguatan koperasi peternakan sebagai bagian tidak terpisahkan dari agenda pembangunan daerah. Bukan hanya dalam kata-kata, tetapi dalam alokasi anggaran, dalam kebijakan tata ruang yang melindungi kawasan peternakan, dalam kemudahan akses perizinan usaha, dan dalam sinergi lintas sektor yang kami terus dorong,” imbuh Jeje.

Dibalik pencapaian yang ia paparkan, jeje juga melihat adanya pekerjaan rumah besar yang harus diselesaikan bersama. Jeje menyebut regenerasi peternak adalah isu yang tidak bisa kita tunda.

“Anak-anak muda kita harus melihat bahwa beternak sapi perah adalah profesi yang membanggakan, menguntungkan, dan memiliki masa depan. untuk itu, digitalisasi manajemen peternakan, peningkatan nilai tambah produk susu lokal, serta penguatan kemitraan dengan industri pengolahan harus menjadi agenda nyata, bukan sekadar wacana seminar,” tegas Jeje.

“Saya mendorong KPSBU Lembang untuk berani mengambil peran yang lebih besar, tidak hanya sebagai pengumpul dan pemasaran susu segar, tetapi bertransformasi koperasi mengolah, modern yang membranding, menjadi mampu dan memasarkan produk susu bernilai tinggi atas nama peternak bandung barat. potensi itu ada. modal sosialnya sudah kuat,” imbuh Jeje.

Untuk mencapai hal tersebut, kata Jeje, yang diperlukan adalah keberanian untuk melangkah ke babak berikutnya.

Jeje juga berharap agar rapat yang digelar KPSBU Lembang menjadi tonggak kebangkitan baru bagi KPSBU Lembang, lebih solid, lebih inovatif, dan semakin sejahtera.

“Kepada seluruh peternak anggota KPSBU Lembang, teruslah semangat. kerja keras kalian adalah kontribusi nyata bagi ketahanan pangan bangsa, dan saya bangga menjadi bagian dari perjalanan panjang yang mulia ini,” pungkas Jeje. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *