BANDUNGSATU.COM – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bandung Barat bersama UPZ Telkom menyalurkan bantuan kemanusiaan dari Muzaki UPZ Telkom bagi 32 kepala keluarga (96 jiwa) yang terdampak parah bencana longsor di Desa Pasirlangu, Kamis (02/04).
Para korban yang terdampak bencana tersebut, saat ini masih tinggal di rumah kontrakan maupun menumpang di rumah keluarga terdekat. Dalam sambutannya, Pemerintah Desa Pasirlangu yang diwakili oleh Ifah menyampaikan bahwa bantuan tersebut sangat berarti bagi warga terdampak.
“Saat ini terdapat 32 KK atau 96 jiwa warga Pasirlangu yang masih bertahan di kontrakan dan rumah saudara-saudaranya. Semoga apa yang disalurkan kepada warga kami menjadi amal kebaikan dan jariyah bagi seluruh pihak yang terlibat,” kata Ifah.
Sementara itu Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bandung Barat, Eka Nurdin, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah peduli terhadap korban terdampak bencana di wilayah Kabupaten Bandung Barat, khususnya di Pasirlangu.
Pada kesempatan yang sama Wakil Ketua II Baznas KBB Saiful Rachman, M.Ag, menyampaikan duka mendalam atas musibah longsor yang terjadi. Saiful menegaskan bahwa kehadiran Baznas KBB bersama UPZ Telkom merupakan bentuk ikhtiar untuk membantu meringankan beban masyarakat terdampak dengan menyalurkan bantuan tunai dan sumber mata air kehidupan (sumur bor).
“Kami ucapkan terimakasih kepada Mitra kita UPZ Telkom yang sangat peduli terhadap musibah bencana alam yang terjadi di KBB semoga amal kebaikan yang terus mengalir untuk para muzaki dan bermanfaat bagi penerima manfaat,” kata Saiful. Selanjutnya Perwakilan UPZ Telkom, Yani, menjelaskan, UPZ Telkom merupakan bagian dari sinergi zakat nasional bersama BAZNAS RI.
Pada kesempatan tersebut disalurkan amanah dari para muzaki Telkom berupa bantuan senilai Rp75.000.000, yang dialokasikan untuk bantuan penyaluran bagi 32 KK terdampak, dan pelaksanaan program sumur kehidupan bagi warga terdampak.
“Bantuan ini diharapkan menjadi keberkahan yang mengalir bagi para muzaki maupun mustahik, serta memperkuat semangat gotong royong dalam penanganan pascabencana,” ungkap Yani. (*)






