BANDUNGSATU.COM – Kota Baru Parahyangan kembali mempersembahkan kawasan hunian terbarunya Tatar Bungawari, sebuah lingkungan residensial yang mengusung desain arsitektur rumah Japandi perpaduan harmonis antara estetika Jepang dan kehangatan Skandinavia.
”Nama Tatar Bungawari diambil dari bahasa Sunda, di mana Tatar berarti wilayah atau kawasan, sementara Bungawari bermakna keharuman, keindahan, serta kemuliaan yang tumbuh dan berkembang,” kata Direktur Utama Kota Baru Parahyangan, Rian Brasali, Jumat (23/01).
Rian mengatakan, filosofi tersebut merepresentasikan visi kawasan sebagai ruang hidup yang menenteramkan, bernilai luhur, dan membawa kebaikan bagi penghuninya.
Ia mengatakan, dikembangkan di lingkungan Kota Baru Parahyangan yang hijau dan tertata, Tatar Bungawari dirancang sebagai kawasan hunian yang mengedepankan kualitas dan keseimbangan hidup.
”Arsitektur rumahnya dikonstruksi dengan garis desain yang bersih, komposisi yang seimbang, warna-warna natural, serta pemanfaatan material alami untuk menciptakan suasana hangat dan tenang,” jelas Rian.
Tatar Bungawari berada di sebelah waduk saguling dan ruang terbuka hijau yang mendukung gaya hidup sehat dan berkelanjutan. Seluruh elemen dirancang secara menyeluruh untuk menghadirkan pengalaman tinggal yang harmonis antara manusia, alam, dan ruang.
Lokasinya sangat strategis. Hanya 2 km dari gerbang Kota Baru Parahyangan yang terkoneksi baik ke jalan tol Purbaleunyi dan stasiun Whoosh Padalarang.
Melalui Tatar Bungawari, Kota Baru Parahyangan menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan kawasan hunian berkualitas tinggi yang tidak hanya bernilai estetika, tetapi juga memiliki nilai filosofis dan investasi jangka panjang.
”Tatar Bungwari bukan hanya tempat tinggal, tetapi ruang hidup yang memberi makna,” pungkas Rian. (*)






