Difasilitasi Lembang Park and Zoo, Masyarakat Cihideung Gelar Ngalokat Cai Irung-Irung

Bupati KBB, Jeje Ritchie Ismail didampingi Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya dan pengelola LPZ, Agus W, menuangkan air sebagai dibukanya acara Ngalokat Cai Irung Irung, Rabu (29/10). Foto/Istimewa

BANDUNGSATU.COM – Acara Ngaruat Cai Irung-Irung digelar di Desa Cihideung, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat. Ngaruat Cai Irung-Irung yang dilaksanakan di sumber mata air yang berada di lingkungan wana wisata objek Lembang Park and Zoo karena dilewati aliran sungai tempat acara tersebut diselenggarakan.

“Acara ini diselenggarakan di sumber mata air yang membentuk aliran sungai yang kebetulan mengalir di Lembang Park and Zoo. Dalam acara ngalokat cai ini, hadir juga Bupati Bandung Barat, Jeje Richie Ismail, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Asep Dendih dan owner LPZ, Agus W serta anggota DPRD KBB, Ayi Sudrajat.

Disebutnya Ciirung-irung disebutnya ini sebagai pesta adat. Sumber air penghidupan ya. Artinya sumber air ini sumber kesuburan dari tanah yang dipergunakan oleh para petani, baik itu petani tanaman atau petani bunga,” kata Management Lembang Park and Zoo, Evan Hans Christian didampingi Humas, Miftah Setiawan, Rabu (29/10).

Cai Irung-Irung yang mengalir tepat di tengah-tengah LPZ, kata Evan, disebut para budayawan sebagai mata air purba. Karena sejak dulu sudah mengalir.

“Karena air ini dari dulu, sudah ngalir. ini walaupun musim hujan, musim kemarau, dia debitnya gak pernah nambah. Waktu kemarau gak pernah surut. Normal aja begitu,” jelas Evan.

Evan mengatakan, yang luar biasa, air ini hanya menyuburkan tanah di sekitarnya.

“Jadi ini tidak bisa untuk mengairi ikan. Ini gak bisa. Hanya untuk tanaman saja,” kata Evan.

Evan menyebut antusiasme masyarakat sangat besar dalam mengikuti prosesi adat tersebut. Itu sebabnya LPZ memfasilitasi agar animo masyarakat bisa terakomodirdengan baik.

“Animo masyarakat cukup baik, mereka menyiapkan dekorasi satu hari sebelumnya,” kata Evan.

Ia juga mengatakan bahwa even-even sejenis kan digelar hanya waktu dan tanggalnya ditentukan oleh Desa setempat.

Fasilitasi LPZ pada masyarakat, kata Evan sudah berjalan saat pemilik lahan sebelumnya, tanah yang ada di dalam LPZ untuk tradisi-tradisi dan acara adat semacam itu. Oleh karenanya LPZ meneruskan fasilitasi tersebut.

“Lembang Park and Zoo memfasilitasi secara adat tersebut agar lebih mudah saja, sebetulnya, agar budaya itu bisa terus berlangsung” jelas Evan.

Sementara itu tokoh masyarakat Cihideung, Abah Yanto mengatakan bahwa pihaknya melestarikan dan meneruskan budaya dan tradisi yang sudah turun temurun.

“Tradisi ini ini sejak tahun 1920 sudah dilaksanakan oleh orangtua-orangtua dahulu. Nah saya saat ini sudah 20 tahun melaksanakan ini,” kata Yanto.

Abah Yanto menjelaskan bahwa prosesi diawalai dengan Saduk-Saduk. Ini adalah prosesi sasadu (mengadu, Red) pada Allah Subhanahuwataala. Artinya berdoa dan memohon segala kebaikan kepada Tuhan yang Maha Esa.

“Nah kita kepada Allah Swt juga melakukan penghormatan pada para karuhun. nah kami berharap agar generasi penerus juga bisa seperti ini,” kata Abah Yanto.

Abah yanto mengatakan bahwa Cai Irung-Irung ini sangat bermanfaat, sehingga generasi selanjutnya harus terus mengembangkan tradisi ini sebagai wujud syukur atas anugerah air yang tidak pernah surut di sepanjang musim.

Air yang mengalir ini, kata Yanto tidak berada di seluruh Parongpong, melainkan hanya mengalir di RW 10, 11 dan 13.

“Acara ini makna sebagai sujud syukur, karena gak pernah surut air ini. Biarpun kemarau ‘tarik’ gakpernah surut begitu. Bagus,” jelasnya.

Acara tersebut,menurut Abah yanto disebut sebagai Ngalokat atau Ritual Irung-Irung. Ia mengatakan disebut Irung-Irung karena mata airnya muncul dari dua lubang seperti hidung.

“Nah soal kambing disemblih juga sudah biasa itu mah. Kalau dulu mah di sebut “Seba.” udah biasa kekaruhun-karuhun,” imbuhnya.

“Ini tadinya kan milik pribadi terus dipakai sama perusahaan (LPZ, Red), itu seperti tadi ada simbolisnya, hibah dari yang punya terus diberikan pada masyarakat. Tadi sudah diberikan ada surat hibah,” pungkas Abah Yanto. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *