BANDUNGSATU.COM – Keputusan Mendagri Tito Karnavian yang mengizinkan Pemerintah Daerah menggelar rapat di hotel dan restoran mendapat sambutan positif dari Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Bandung Barat.
Keputusan Mendagri Tito dinilai akan sangat membantu pertumbuhan omset pada usaha hotel dan restoran di Bandung Barat yang kini tengah terpuruk.
“Angin segar sekali. Kami dengan statment Pak Mendagri kami sangat bersemangat. Karena selama ini, keluarnya Inpres Nomor 1 tahun 2025, usaha di bidang hotel dan restoran turun,” kata Ketua PHRI Bandung Barat, Eko Suprianto, Jumat (13/06).
Eko mengemukakan, okupansi hotel dan belanja restoran terus tergerus sejak Januari 2025. Hingga Juni 2025, okupansi hotel hanya bertahan di angka 20 hingga 25 persen.
“Penurunan di hotel kurang lebih 50 persen okupansinya. Dari awal tahun. Sekarang tersisa 20-25 persen rata-rata,” ungkapnya.
Keputusan Mendagri ini diharapkan Eko, agar mendapatkan dukungan pemerintah tingkat provinsi maupun Pemda Bandung Barat. Agar, akselerasi peningkatan okupansi dapat terjadi sesegera mungkin hingga berdampak pada meningkatnya perekonomian.
“Kami mengharap dukungan dari pemerintah daerah maupun provinsi agar statment dari Mendagri dapat ditindaklanjuti, untuk mendukung pariwisata yang ada di KBB,” pungkasnya. (*)






