Petani Lokal Keluhkan Tidak Dilibatkan oleh DKPP KBB dalam Penyediaan Bahan Baku Program Makan Gratis

Foto/Istimewa

BANDUNGSATU.COM – Program Makan Bergizi Gratis  (MBG) di Bandung Barat, disebut tidak mendapat respon baik dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bandung Barat. Hal itu disampaikan tokoh masyarakat KBB,  H. Jajang Solihin.

”Hal ini terbukti dengan belum adanya terobosan program untuk penyediaan bahan baku ataupun pembinaan program pada para petani yang ada di Kabupaten Bandung Barat,” kata Jajang,  Kamis (11/06).

Jajang menyayangkan tidak adanya keterlibatan petani padi dan petani sayuran dalam program tersebut.
”Kita ketahui kebutuhan padi atau beras dan sayuran banyak dibutuhkan. Namun pada saat ini belum ada pembinaan serius untuk menyongsong program tersebut,” kata Jajang.

Jajang pun menyebut sebetulnya bahan baku dan sayuran dari program tersebut bisa disediakan oleh para petani. Tapi jangan keterlibatan, soal kalkulasi berapa beras atau sayuran yang bisa disediakan oleh para petani pun belum ada.

”Sangat disayangkan bahan baku untuk program tersebut dari luar. Tidak ada petani KBB yang dilibatkan. Ini juga tidak sejalan dengan visi misi pak Bupati, bapak Jeje, bahwa beliau akan melaksanakan satu visinya yaitu melakukan penguatan ekonomi lokal,” jelas Jajang.

Salah satu yang terkait dengan ekonomi lokal tersebut, sebut Jajang, adalah para petani. Karena KBB termasuk dalam wilayah agraris dimana sejumlah 40 sampai 50 persen warganya masih bermata pencaharian sebagai petani.
Jajang meminta agar Bupati Jeje Ritchie Ismail bisa tanggap dan segera memberi perhatian pada dinas tersebut, agar petani segera bisa dilibatkan dalam Program Makanan Bergizi Gratis.

Jajang pun mengatakan bahwa pemerintah pusat menggelar program tersebut dengan salah satu tujuan untuk menyejahterakan para petani di daerah.
Jajang pun mengatakan dengan melibatkan petani maka sinergitas antara pemerintah pusat dan daerah bisa tercipta dengan baik, dan bisa jadi bukti mana  Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang mendukung kebijakan pemerintah pusat dan mana yang tidak pernah mengerjakannya. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *