BANDUNGSATU.COM – Wali Kota Cimahi, Ngatiyana mengatakan bahwa perluasan batas wilayah Cimahi dengan Kota Bandung masih dalam tahap koordinasi.
Kota Cimahi dan Kota Bandung belum membuat kesepakatan apapun terkait tindak lanjut perluasan di wilayah Cimindi.
“Kita komunikasi dulu, ke Kota Bandung kan etika baik kita datang ke sana untuk komunikasi,” kata Ngatiyana, Senin (05/05)
Ngatiyana mengungkapkan, pertemuan dengan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan pada Jumat (02/05) tidak spesifik membahas tentang perluasan wilayah Cimahi. Pertemuan tersebut merupakan penguatan kerja sama bidang tata ruang, infrastruktur, dan pengelolaan kawasan perbatasan.
“Dengan Wali Kota Bandung kita komunikasi penyelesaian, salah satunya adalah perbatasan wilayah. Karena tidak bisa sendiri tapi harus komunikasi dan koordinasi wilayah perbatasan seperti banjir dan sebagainya harus koordinasi, termasuk perbaikan kolam retensi di pasir kaliki yang telah 2 tahun berhenti tidak dilanjutkan,” ungkapnya.
Ngatiyana tak menampik jika melakukan perubahan batas wilayah bukanlah hal mudah. Selain koordinasi, perlu komitmen bersama untuk melakukan kajian maupun urusan administrasi berjenjang hingga pemerintah pusat.
“Kita bicarakan, mekanisme tetap dijalankan, karena proses nya sampai ke pusat, kita jalani semua. Memang harus ada kajian,” ujarnya.
Ngatiyana menambahkan, realisasi perluasan wilayah merupakan sebuah kesepakatan dan komitmen bersama. Dia menambahkan, Pemkot Cimahi akan membuka komunikasi dengan Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat (KBB) terkait perluasan wilayah di Margaasih dan Cisarua.
“Pelan-pelan KBB. Etika baik kita ke sana untuk komunikasi. Itu hak beliau untuk ya dan tidak nya. Kita hanya meminta dan memohon,” pungkasnya. (*)






