BANDUNGSATU.COM – Pemerintahan Desa Cilame, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB) berambisi untuk menjadi desa terkaya se-Bandung Barat dengan meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes).
Pemerintah Desa Cilame bakal memanfaatkan aset desa berupa rumah berbentuk Joglo dan lahan yang dipakai lapangan futsal dibangun di lahan seluas lebih dari 1 hektare berada di kawasan Kompleks Cilame Permai RW 19.
“Jadi kami menargetkan Cilame sebagai desa terkaya di Kabupaten Ban dung Barat (KBB) melalui peningkatan PADes,” kata Kepala Desa Cilame, Aas Mochammad Asor, usai serah terima aset Desa Cilame, Selasa (22/04)
Aas menjelaskan, aset berupa rumah Joglo dan lapangan futsal tersebut sebelumnya dikelola oleh pihak swasta dan aset yang diraup per bulan mencapai Rp60 juta.
“Sekarang kami percayakan aset Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) kepada ketua yang baru agar pendapatan desa bertambah,” ujarnya
Aas pun, pihaknya juga bakal mengembangkan usaha lain yang berbasis kepentingan masyarakat dan kepentingan bisnis yang tentunya membutuhkan dukungan warga.
“Di BUMDesa Cilame ini memiliki bangunan Joglo dan lapangan futsal dengan lahan hampir 1 hektare dengan nilai Rp1,5 miliar,” imbuhnya
Pengembangan usaha BUMDes Cilame yang saat ini seperti Joglo dan lapangan futsal ini, menurut Aas, pihaknya berharap kawasan tersebut bisa menjadi Sport Center. Termasuk, rumah Joglo ini juga bisa dijadikan tempat untuk perhelatan berbagai event.
“Dulu PADes Cilame saat dikelola pihak ketiga yang bersumber dari penyewaan ini sekitar Rp12 juta per tahun. Namun, ke depan kita targetkan lebih,” ujarnya.
Kepala Bidang Administrasi Desa pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) KBB, Hendi Setiadi mengatakan, pihaknya mendukung pemanfaatan aset desa untuk dimanfaatkan sebaik-baiknya dan sebesar-besarnya untuk kemakmuran masyarakat.
“Mulai hari ini baik itu pengelolaan lapang futsal maupun joglo akan dikelola oleh BUMDes. Mudah-mudahan nanti semuanya bisa memberikan manfaat yang baik untuk pemerintah desa,” kata Hendi.
Sebab, menurutnya, BUMDes merupakan lembaga yang dibentuk dan memiliki tugas mencari PADes sebesar-besarnya. Salah satu caranya itu melalui pemanfaatan aset yang dimiliki desa.
“Di sini tanahnya jelas kas desa. Kemarin dari pengelola melakukan sewa namun per hari ini sudah diakusisi oleh BUMDes. Mudah-mudahan dengan seperti itu hasilnya bisa lebih optimal dan maksimal dan bisa digunakan untuk kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.
Saat ini, sebut Hendi, BUMDes dengan jumlah PADes terbesar yakni Desa Lembang. Selain pengelolaan kas desa, Lembang memiliki unit usahanya keripik buah dan keripik sayuran.
“Alhamdulillah unit usaha tersebut sudah bekerjasama dengan beberapa tempat penjual oleh-oleh. Jadi perputaran uang di situ cukup besar,” sebutnya.
Berdasarkan laporan yang diterima pihaknya, nilai PADes Lembang yang masuk dalam satu tahun mencapai Rp500 juta dan bisa dimanfaatkan oleh desa.
“Jadi mudah-mudahan di Cilame juga dengan pemanfaatan ini bisa menghasilkan PADes yang besar,” ungkapnya. (*)






