Warga Ngamprah ‘Meratap’ Ingin Infrastruktur Jalan Rusak Diperbaiki di Wilayahnya, Apa Daya Pemda KBB Diduga Tidak Ada Anggaran?

Jalan rusak yang ada di daerah Kecamatan Ngamprah. Foto/Istimewa

BANDUNGSATU.COM –  Saat ini kondisi jalan di salah satu titik di Kecamatan Ngamprah yang merupakan Ibu Kota Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat cukup memprihatinkan. Jalannya rusak dan belum tersentuh perbaikan.

Jalan yang rusak itu di antaranya di Kampung Salem Lapang, Desa Bojongkoneng, Kecamatan Ngamprah. Jalan rusak ini menghambat aktivitas ekonomi warga dan membahayakan pengendara. Kondisi tersebut menuai protes warga.

Hasil pantauan Bandungsatu.com, Rabu (23/04) di lapangan, jalan tersebut statusnya milik Pemerintah Kabupaten Bandung Barat yang biasa digunakan warga untuk mengangkut hasil pertanian itu hanya dibeton di bagian sisi kiri dan kanan. Sedangkan bagian tengah masih berupa jalan berbatu dan berlubang, bahkan berlumpur di beberapa titik yang sudah diperbaiki warga secara swadaya.

Warga sekitar jalan tersebut terlihat bergotong royong menguruk jalan yang rusak dengan batu split agar kendaraan bisa melintas lebih mudah. Diperbaiki seadanya, kondisi jalan di wilayah tersebut sulit dilewati kendaraan, apalagi mobil. Selain jalan yang licin karena sering diguyur hujan, kedalaman lubang juga semakin menyulitkan kendaraan.

” Jalan itu rusak parah ada sekitar 2 kilometer, sudah lama gak ada perbaikan dari pemerintah daerah. Terakhir itu yang ada tinggal pondasi bagian sisi kiri sama kanan saja, nggak tahu fungsinya buat apa soalnya bagian tengahnya gak diaspal lagi,” kata Aep Juanda (60), salah seorang petani di warga setempat.

Kondisi kerusakan jalan tersebut membahayakan pengendara dan mengganggu pengangkutan hasil bumi seperti sayuran. Akibat kekesalan warga, sepekan lalu sempat dilakukan aksi protes dengan menanami jalan rusak menggunakan pohon pisang, talas, dan jagung.

“Ini jalan utama buat warga beraktivitas untuk mengangkut hasil pertanian seperti sayuran dan lain lain, kemarinnya sebelum diperbaiki sama warga mobil nggak ada yang berani lewat karena takut selip, jadi harus muter dulu agak jauh lumayan. Kemarin juga warga protes sampe nanam pisang,” ujar Aep.

Sebab tak kunjung dilirik Pemkab Bandung Barat untuk dilakukan perbaikan, sejumlah petani memutuskan untuk memperbaiki kerusakan jalan secara swadaya. Mereka urunan untuk menambal jalan menggunakan batu dan tanah seadanya.

“Para bandar sayur urunan kemarin buat nambal jalan pake batu, alhamdulillah bisa dilewati lagi. Tapi kayanya kalau ada hujan besar bakal rusak lagi,” tutur Aep.

Sulitnya melewati jalan rusak itu sempat dialami Rohmat (48), salah seorang warga setempat. Pekan lalu ia bermaksud membawa sejumlah kambing dan domba ke daerah Padalarang dengan melewati Jalan Salem. Namun mobilnya selip hingga 2 jam.

“Minggu kemarin saya mau bawa kambing ke pasar di Padalarang, tapi pas jalan rusak selip. Jadi harus angkat dulu batu, baru akhirnya bisa jalan lagi setelah 2 jam kejebak,” ujar Rohmat.

Bukan hanya di wilayah Desa Bojongkoneng, kerusakan jalan kabupaten juga terlihat di daerah Desa Cimanggu, Kecamatan Ngamprah. Di jalan yang memiliki kontur menanjak itu terdapat banyak lubang yang cukup besar sehingga membahayakan pengendara.

Rohmat dan warga lainnya berharap Pemkab Bandung Barat dibawah kepemimpinan Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail melirik jalan tersebut untuk segera dilakukan perbaikan. (*)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *