BANDUNGSATU.COM – Permasalan pembukaan lahan wisata Eiger Camp yang berada kawasan Perkebunan teh Sukawana di Desa Karyawangi, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat terus mendapat sorotan dari berbagai pihak diduga ada ‘permainan’ ketika mengajukan perijinan ke pihak Pemda Kabupaten Bandung Barat dan diduga juga merusak lahan kawasan hutan.
Hal ini mendapat sorotan dari Komisi I DPRD Kabupaten Bandung Barat yang berencana memanggil pihak PT Eiger sebagai pengelola wisata yang disebut-sebut telah mengantongi izin pembangunan wisata tersebut di Desa Karyawangi Kecamatan Parongpong.
“Betul, kita berencana memanggil pihak pengelola wisata milik PT Eiger untuk memperjelas kronologis perizinannya,” kata Ketua Komisi I DPRD KBB, Sandi Supyandi, Jumat (04/04).
Sandi menjelaskan, Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi baru-baru ini, sudah meninjau langsung dan mempertanyakan mengapa Pemerintah Kabupaten Bandung Barat memberikan izin pembangunan wisata Eiger Camp yang berada di kawasan lereng gunung Tangkuban Perahu.
Sandi pun, pihaknya bakal menggali terlebih dahulu proses perizinannya dari awal sampai dikeluarkan perijinan tersebut.
“Kita melakukan supaya tidak ada kesalahpahaman dan membawa kemaslahatan bagi semua pihak,” ujarnya.
“Karena sampai hari ini tidak ada kejelasan dokumen perijinannya dan kami akan mengawasi proses pemberian izinnya dari Pemda KBB,” imbuhnya
Sandi menambahkan, DPRD KBB bakal banyak mempertanyakan kronologis dan berapa kali survei lapangan yang dilakukan oleh pemberi izin.
“Karena bukan hanya di atas kertas dalam bentuk administrasi saja. Sebab, ini akan juga membawa dampak yang berkepanjangan terhadap ranah hukum,” tambahnya.
Sandi menegaskan, tidak boleh ada kerugian dari pelayanan publik yang keluar menjadi secarik kertas, yang bahkan bisa membawa kemudaratan.
“DPRD akan memanggil pihak-pihak terkait dan memastikan ke lapangan,” tegasnya.
Diberitakan sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meninjau langsung lokasi pembukaan lahan wisata Eiger Camp di Kawasan Perkebunan Teh Sukawana milik PTPN VIII di Desa Karyawangi, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat.
Persoalan wisata Eiger Camp terungkap setelah viral media sosial dalam unggahan pribadi orang nomor satu di Jawa Barat yang diposting pada Sabtu (29/03).
“Ini saya sudah berada di posisi kaki Gunung Burangrang dan sebagian wilayah Tangkuban Parahu,” kata Dedi dalam postingannya.
“Kan di sana ya pak ya? Tangkuban Parahu, ini Situ Lembang,” ujarnya.
Dedi mengatakan, area tersebut dikelola PT Eiger dan Kerja Sama Operasional (KSO) PT. Perkebunan Nusantara. Sudah berdiri bangunan rangka baja dan ini sudah ditutup Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Jawa Barat.
“Dan yang menjadi problem pasti izinnya sudah keluar,” katanya.
Nanti, sambung Dedi, dirinya bakal meneliti mengapa izin pembukaan lahan tersebut keluar dan bakal mempertanyakan mengapa Pemerintah Kabupaten Bandung Barat memberikan izin.
Padahal, sambung Dedi, Situ Lembang itu areal yang sakral bagi latihan Kopassus.
“Jadi daerah ini semestinya tidak berubah dia harus menjadi pohon-pohon hutan yang lebat karena ini kaki-kakinya,” tegasnya. (*)






