BANDUNGSATU.COM – Jelang pembentukan Koperasi Merah Putih, Kadin KBB Bidang UMKM & Koperasi melakukan menguatan kerjasama dengan dinas UMKM & Koperasi Kabupaten Bandung Barat.
Wakil Ketua Bidang Kewirausahaan, UMKM dan Koperasi di Kadin KBB Witha Ningsih pada Rabu (12/03) mengatakan, kerjasama ini sangat penting untuk meningkatkan kemampuan dan kesejahteraan UMKM di Kabupaten Bandung Barat.
“Dengan bekerja sama, Kadin KBB dan Dinas Koperasi dan UMKM dapat meningkatkan akses keuangan untuk UMKM, membantu UMKM dalam meningkatkan kualitas produk dan jasa, meningkatkan kemampuan UMKM dalam pemasaran dan promosi dan membantu UMKM dalam menghadapi tantangan dan kesulitan,” kata Witha Ningsih.
“Dengan kerja sama ini, diharapkan UMKM di Kabupaten Bandung Barat dapat berkembang dan meningkatkan kontribusinya terhadap perekonomian daerah,” imbuhnya.
Witaningsih juga mengatakan, Koperasi Merah Putih kemungkinan besar adalah sebuah koperasi yang bergerak di bidang ekonomi dan sosial, yang juga bisa bersinergi dengan Kadin KBB yang mewadahi para pengusaha.
“Dengan Kadin KBB menyambut baik Koperasi Merah Putih, ini menandakan bahwa koperasi tersebut memiliki potensi dan prospek yang baik dalam mengembangkan ekonomi dan masyarakat di daerah tersebut,” jelasnya.
Ia pun mengatakan bahwa Kadin KBB memiliki program untuk menjadikan Koperasi Merah Putih sebagai “Soko Guru” perekonomian di desa-desa di wilayah Kabupaten Bandung Barat (KBB).
“Soko Guru adalah istilah yang unik dan menarik. Dalam bahasa Jawa, soko berarti pasar atau tempat jualan, sedangkan guru berarti pengajar atau pembimbing,” kata Witaningsih
Artinya, ungkap Witaningsih, program ini bertujuan untuk menjadikan Koperasi Merah Putih sebagai pusat perekonomian dan pembelajaran di desa-desa, sehingga masyarakat dapat belajar dan mengembangkan kemampuan ekonominya.
“Program ini sangat penting karena dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dan mengurangi kesenjangan ekonomi antara desa dan kota,” tegasnya.
Ia pun menjelaskan, Kadin KBB sebagai mitra strategis Pemda KBB untuk mengembangkan perekonomian daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Witaningsih pun mengaku pihaknya memiliki pemahaman yang mendalam tentang kebutuhan dan potensi UMKM di Kabupaten Bandung Barat, serta bagaimana Kadin KBB dapat membantu meningkatkan kemampuan dan kesejahteraan UMKM di daerah tersebut.
Sebagai langkah awal sinergi dengan Pemda Bandung Barat, khusus Dinas Koperasi dan UMKM KBB melakukan kegiatan silaturahmi dan memperkenalkan kepengurusan Kadin KBB baru untuk periode 2024-2029.
Kegiatan silaturahmi dan kerjasama ini penting untuk memperkuat hubungan antara Kadin KBB dengan berbagai pihak, termasuk Pemda KBB, dan Dinas Koperasi dan UMKM, dan masyarakat.
“Dengan memperkenalkan kepengurusan baru, Kadin KBB juga menunjukkan komitmen untuk terus berinovasi dan meningkatkan kinerja dalam mendukung perekonomian dan kemajuan Kabupaten Bandung Barat,” pungkas Witha Ningsih.
Sementara itu Kadis Koperasi dan UMKM Kab.Bandung Barat, Sri Dustirawati mengatakan, bahwa sinergi dengan Kadin bisa diwujudkan jika memang ada visi yang sama, seperti UMKM di bawah Kadin bisa membangun sentra industri yang berfungsi menjadi display produk UMKM dan memberikan edukasi.
“Saya ingin UMKM yang ada di bawah Kadin bisa berada di sebuah sentra industri yang dimanfaatkan oleh UMKM lainnya. Sentra industri ini selain menjadi display produk juga bisa memberika edukasi, misalanya bagaimana cara menganyam yang bisa dilihat di tempat itu juga secara langsung,” kata Sri.
“Kalau untuk koperasi tentu juga kami bina dan soal UMKM ini kami nanti bisa arahkan pada para ASN untuk berbelanja di sentra industri dan koperasi yang ada,” pungkas Sri. (*)






