BANDUNGSATU.COM – Untuk memastikan Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU memiliki kualitas yang baik dan sesuai dengan standar khususnya selama bulan ramadan 1446 Hijriah, polisi melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Cibabat, Kota Cimahi, Kamis (27/02).
Hal itu disampaikan Kasatreskrim Polres Cimahi, AKP Dimas Charis Suryo Nugroho di sela-sela sidak yang melibatkan pula DPRD Cimahi, Disdagkoperin, Dispangtan, Hiswana Migas, Pertamina, Pemilik SPBU, Mahasiswa
“Kami bersama DPRD Cimahi, Disdagkoperin, Dispangtan, Hiswana Migas, Pertamina, Pemilik SPBU, Mahasiswa sesuai instruksi presiden bahwa persiapan menjelang Ramadan 2025, ketersediaan BBM harus terjaga secara kuantitas dan kualitas,” kata Dimas di lokasi.
Pada sidak tersebut, petugas melakukan uji tera BBM dengan bejana ukur ukuran 20 liter. Pengujian dilakukan sebanyak tiga kali.
“Tadi kita sudah cek, sudah sesuai, tidak ada kecurangan dalam distribusi, tadi secara kuantitas dan kualitas sudah kita cek,” ujar Dimas.
Dimas tak menampik jika sidak yang dilakukan juga terkait dengan adanya isu BBM jenis Pertamax oplosan.
“Jadi pengecekan kualitas tidak bisa hanya di lingkup Kota, ada BPH migas, alat-alat kami tidak ada, yang kami punya hanya alat pengukur kuantitas saja,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Dimas pun sempat melakukan testimoni secara acak terhadap pembeli BBM Pertamax di SPBU Cibabat Kota Cimahi.
“Ini adalah bentuk pengawasan bersama, ini kegiatan yang diinisiasi bersama tidak hanya Polres. Tadi dua sampel contoh, dua konsumen kita cek, sering ada kerusakan dijawab tidak ada, artinya tidak bermasalah,” pungkasnya.
Ditemui saat sidak berlangsung, Warga Cimahi, Ikhsan mengaku tak mengetahui secara persis terkait adanya isu Pertamax oplosan. Meski begitu, ia sangat menyayangkan jika isu tersebut benar-benar terjadi di lapangan.
“Sangat menyayangkan. Tapi sejauh ini tidak ada masalah sih pas pakai Pertamax. Saya sehari-hari dagang,” kata Ikhsan. (*)






