BANDUNGSATU.COM – Sebuah bangunan di Kampung Caringin, RT 01/RW 03 Desa Margajaya, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB), hangus dilalap api pada Kamis (06/02), sekitar pukul 11.00 WIB.
Imbas peristiwa ini satu orang meninggal dunia. Korban Opik (30), warga Panjalu Ciamis diketahui merupakan pekerja bengkel tambal ban, yang mendiami salah satu blok bangunan yang terbakar tersebut.
Bangunan yang terbakar diketahui merupakan kontrakan yang terdiri dari tiga ruko. Dua diantaranya diisi oleh bengkel tambal ban dan penjual jus, sementara satu ruko dalam kondisi kosong.
Dugaan sementara, api berasal dari bengkel tambal ban, dimana di toko tersebut juga menjual bensin eceran. Karena kondisi angin yang kencang, api dengan cepat merembet ke dua ruko sebelahnya.
Total bangunan yang terbakar seluas 42 meter dan berhasil dipadamkan oleh petugas Pemadam Kebakaran KBB dengan dibantu oleh warga sekitar.
“Saya datang sudah ada asap tebal dari dalam kontrakan kios bengkel dan bensin eceran, korban sudah terjebak didalam kamar mandi,” kata saksi mata, Januar.
Dijelaskan Januar, pada saat kejadian korban tak bisa menyelamatkan diri lantaran kobaran api datang dari depan bangunan. Sehingga korban berinisiatif berlindung di kamar mandi.
Hal tersebut diketahui setelah petugas mengevakuasi Januar dalam keadaan telungkup, sementara seluruh badannya tertimpa reruntuhan atap.
“Tadi pas di evakuasi Inafis, korban berada di WC. Seperti karena dia gak bisa keluar makanya langsung ke kamar mandi untuk menyelamatkan diri, namun ternyata atapnya roboh. Dilihat dari luka juga ada di punggung dan kepala bagian belakang,” katanya.
Dikatakan, satu rekan korban sesama pekerja bernama Ade (32) sempat berupaya menyelamatkan korban, namun kobaran api dan kepulan asap semakin membesar, upaya tersebut tidak membuahkan hasil
“Ada satu temennya karyawan bengkel juga mau menyelamatkan korban, karena asap semakin tebal Ade langsung berlari keluar menyelamatkan diri,” jelasnya.
Di lokasi yang sama, Dan Pos Damkar Bandung Barat, Nurkhalmasyah mengatakan, pihaknya belum bisa memprediksi api berasal dari mana, namun si Jago merah berhasil dijinakkan dengan menerjunkan 4 unit mobil Damkar.
“Api belum bisa diprediksi masih dalam proses penyelidikan tim INAFIS Polres Cimahi, kondisi api sudah dalam kondisi over, sehingga tidak bisa dikendalikan. Kami menerjunkan 3 unit mobil dan satu rescue bantuan dari Poswil Cipatat juga,” ujar Nurkhalmasyah.
Ia menjelaskan pula bahwa obyek terbakar yakni bangunan kios bengkel dan bensin eceran serta merembet ke 2 bangunan kontrakan disampingnya.
“Obyek terbakar kontrakan bengkel tambal ban dan merambat ke kontrakan lainya,” ujarnya.
Sementara itu, Camat Ngamprah Agnes Virganty mengatakan api berhasil dipadamkan sekitar pukul 12:30 WIB. Adapun penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan aparat kepolisian. Adapun korban meninggal dunia akan dibawa ke rumah duka di Panjalu, Kabupaten Ciamis.
“Kita imbau warga senantiasa waspada terhadap potensi kebakaran. Apabila terjadi percikan api segera menyelamatkan diri ke luar rumah dan menghubungi petugas pemadam,” jelas Agnes. (*)






