Kapolres Polres Cimahi Memprediksi Adanya Peningkatan Arus Lalu Lintas di Momen Libur Panjang Isra Miraj dan Imlek Tahun Ini

Kapolres Cimahi, AKBP. Tri Suhartanto turun langsung mengatur arus lalu lintas di Pertigaan Beatrix Lembang Kabupaten Bandung Barat. Foto/Istimewa

BANDUNGSATU.COM – Mengantisipasi kepadatan pada long weekend libur Isra Miraj dan Imlek, Kapolres Cimahi AKBP Tri Suhartanto turun langsung mengatur lalu lintas di Simpang Beatrix, Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Minggu.

Di Beatrix sendiri kapadatan lalulintas mulai tampak jelang libur panjang tersebut.

Di Lembang beberapa titik yang mulai terlihat padat antara lain terjadi mulai dari objek wisata Farmhouase.

Selain itu, kepadatan juga terjadi di Simpang Beatrix dari tiga arah. Arah Lembang ke Bandung, Bandung ke Lembang, maupun dari Jalan Kolonel Masturi ke Lembang.

Kapolres Cimahi, AKBP Tri Suhartanto terjun langsung untuk mengurai kemacetan termasuk dengan skema lalu lintas satu arah atau One Way.

Tri mengungkapkan, polisi telah memprediksi adanya peningkatan arus lalu lintas di momen libur panjang Isra Mikraj dan Imlek tahun ini. Untuk itu, pihaknya telah menyiapkan skema pengaturan lalu lintas saat terjadi peningkatan volume kendaraan maupun kepadatan kendaraan.

“Untuk skema penanggulangan kepadatan sesuai dengan tahun-tahun sebelumnya, kita akan terapkan one way apabila terjadi penumpukan kendaraan. Sifatnya situasional melihat kondisi di lapangan,” kata Tri, Minggu (26/01).

Tri menuturkan, Polres Cimahi telah menyiapkan personel tambahan agar pengaturan lalu lintas berjalan dengan optimal.

“Personel kita pertebal. Untuk menjamin kelancaran lalu lintas, khususnya di lokasi lokasi wisata,” pungkasnya.

Di lokasi yang sama, Kanit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Satlantas Polres Cimahi, Mulyadi Yusup mengkonfirmasi adanya peningkatan lalu lintas di wilayah Lembang.

“Arus lalu lintas ada peningkatan dari arah Kota Bandung ke Lembang. Tadi sudah melakukan CB One Way beberapa kali, Bandung Lembang itu sudah 3 kali,” kata Yusup.

Yusup menuturkan, peningkatan volume kendaraan mengalami peningkatan hingga 70 persen. Mayoritas, titik kepadatan terjadi di area objek wisata.

“Diperkirakan sekitar 70 persen peningkatan, tapi masih terkendali,” pungkasnya. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *