BANDUNGSATU.COM – Untuk menghadirkan pengalaman wisata malam hari, The Lodge Group menginisiasi acara “Farmhouse Menyala.” Acara ini hadir dengan kemasan art dan UV light installation.
Dengan dibukanya “Farmhouse Menyala” yang juga bertepatan dengan libur panjang natal dan tahun baru, sehingga “Farmhouse Menyala” menjadi kolaborasi dari wisata Lembang sebagai tempat destinasi liburan bagi keluarga. Hal ini dikarenakan “Farmhouse Menyala” konsep one stop destination.
“Farmhouse Menyala” akan hadir selama Libur Natal dan Tahun Baru. The Lodge Group menampilkan acara ini karena sesuai dengan pangsa pasar keluarga. Pun Lembang menjadi one stop destination yang selalu dikunjungi wisatawan bersama keluarga.
Karena ditujukan untuk segmen wisatawan keluarga acara wisata “Farmhouse Menyala” berisi konten yang mengedukasi seperti art installation, face painting, feeding animal, dan beragam konten edukasi lainnya.
“Farmhouse Menyala” secara resmi dibuka pada soft launching yang digelar Kamis (12/12). Setelah soft launching tersebut, “Farmhouse Menyala” secara resmi dibuka untuk publik pada Jumat (13/12).
“Acara ini tentu saja dapat terselenggara dengan baik atas dukungan dari seluruh pihak yang terlibat, yaitu The Lodge Group, Farmhouse Susu Lembang, dan juga Sembilan Matahari. Bersama acara “Farmhouse Menyala” kami menghadirkan harmoni dari keindahan alam dipadukan dengan teknologi dalam suasana malam yang memberikan pengalaman baru bagi para pengunjung,” kata CEO The Lodge, Heni Smit.
“Salah satu sorotan utama dari acara ini adalah instalasi seni cahaya yang dirancang untuk menciptakan suasana magis tanpa mengurangi keindahan alami lingkungan. Selain itu tujuan acara ini adalah untuk mendorong pariwisata Lembang sebagai destinasi unggulan yang tidak hanya beroperasi di siang hari, tetapi menghadirkan wisata malam hari melalui atraksi wisata yang inovatif. Para pengunjung juga dapat menikmati berbagai hiburan mulai dari spot-spot art hingga spot kuliner yang telah kami sediakan,” imbuh Heni.
Heni lebih jauh mengatakan, dengan acara ini pihaknya berharap dapat berkontribusi positif bagi perekonomian masyarakat lokal melalui peningkatan pengunjung.
“Acara ini juga menjadi bukti nyata dari komitmen The Lodge Group dan Farmhouse Susu Lembang dalam mendukung pariwisata lokal dengan memberikan pengalaman baru yang berkesan bagi pengunjung. Acara ini juga diharapkan dapat menjadi agenda tahunan yang tidak hanya menghibur tetapi juga dapat inovasi baru dalam dunia pariwisata dalam memajukan perekonomian masyarakat,” pungkas Heni.
Sementara itu Pj Bupati Bandung Barat Ade Zakir Hasyim mengatakan bahwa acara “Farmhouse Menyala” adalah sebagai suatu kreatifitas para pengusaha untuk menambah jam kunjungan wisata, sehingga tidak hanya pada siang hari, namun pada malam hari pun, wisatawan bisa menghabiskan waktu berwisata di Lembang dengan konsep tersebut.
“Dengan lamanya pengunjung berwisata di malam hari, ini akan ada pengeluaran lebih dari belanja mereka, sehingga berdampak pada PAD untuk kita,” kata Ade Zakir.
Ade Zakir juga menyebut bahwa kolaborasi pengusaha wisata di Lembang sangat baik, ini terbukti bahwa acara tersebut tersebar juga di Cikole, Maribaya dan Cimori.
Namun demikian Ade mengingatkan pula soal keamanan wisata karena berlangsung pada malam hari.
“Kami sudah diskusikan soal itu dengan pengelola, dan batas waktu wisata malam ini hanya sampai pukul 22.00,” jelas Ade.
Namun demikian Ade Zakir mensupport wisata tersebut dan menargetkan bahwa wisatawan ke Bandung Barat akan meningkat sampai 20 persen pada akhir tahun ini.
Ade sendiri mengatakan saat ini PAD dari sektor wisata di Lembang menembus akang 700-an juta pertahunnya.
Namun demikian ia mengingatkan agar pengusaha wisata pun waspada sehubungan dengan cuaca ekstrem yang sudah diingatkan oleh BMKG.
“Kami juga sudah menerima peringatan dini BMKG. Dari BMKG tapi sudah ada mitigasinya, apa yang harus kita lakukan dan tentu kita akan ikuti,” pungkas Ade Zakir. (*)






