Koalisi Serikat Buruh Akan Unjukrasa di Kantor Bawaslu, KPU dan DPRD KBB, Mempertanyakan Dugaan Money Politik oleh Paslon 2 di Pilkada Serentak 2024

Koalisi Serikat Buruh, ketika mengadakan unjukrasa di Kantor Bawaslu KBB, Selasa (26/11). Foto/BANDUNGSATU.COM

9BANDUNGSATU.COM – Menyusul adanya money politics yang cukup masif dan viral yang diduga dilakukan oleh relawan Paslon Nomor 2, Jeje dan Asep Ismail, 5 serikat buruh menggelar rapat tindak lanjut aksi mereka sebelumnya yang melakukan unjuk rasa di Kantor Bawaslu 26 November lalu.

Rapat tersebut dilakukan menyusul belum adanya follow up signifikan dari Bawaslu atas laporan money politics tersebut.

Hasil dari rapat yang digelar pada Kamis (28/11) tersebut memutuskan digelarnya kembali unjuk rasa pada Sabtu sampai dengan Rabu, 30 November sampai 4 Desember 2024 yang dimulai pada pukul 08.00 Wib sampai selesai.

Unjuk rasa tersebut akan digelar di Kantor Bawaslu Kabupaten Bandung Barat, Kantor Gakkumdu Kabupaten Bandung Barat, Kantor KPU Kabupaten Bandung Barat, dan Kantor DPRD Kabupaten Bandung Barat.

Para penanggungjawa unjukrasa, Budiman (DPC SPN), Dede Rahmat (KC FSPMI), Rian Imawansyah (DPC GOBSI), Dadang Suhendar (PC KEP SPSI) dan Roni Budianto (DPC LEM SPSI) mengatakan bahwa tuntutan yang akan disampaikan pada unjuk rasa tersebut adalah menjaga netralitas Pilkada Kabupaten Bandung Barat, menindak tegas pelaku pelanggaran Pilkada dan meminta stakeholder holder Pemilu untuk menjalankan amanat Pasal 4 Ayat (15) Peraturan pemerintah RI Nomor 53 Tahun 2010 tentang disiplin Pegawai Negeri Sipil.

Buruh juga meminta agar Bawaslu bisa menindak pidana oknum Perangkat yang melakukan perbuatan melawan hukum kemudian juga mendiskualifikasi Paslon yang menggunakan politik Uang.

Tidak hanya hal-hal tersebut, Buruh juga meminta pelaksanaan Pilkada ulang dengan peserta yang turun dengan all out.

Pada unjuk rasa tersebut buruh akan melakukan long mach, aksi, orasi dan audiensi. Buruh pun sudah menyiapkan perangkat untuk unjuk rasa berupa mobil komando, Pengeras suara, Spanduk, Poster, dan Pamflet.

Pada long march yang akan digelar dalam unjuk rasa tersebut, rute yang diambil adalah Batujajar- Cimareme- Komplek Permata –Bawaslu Kabupaten Bandung Barat, Kemudian Pamucatan – Kotabaru- Cimareme- Komplek Permata –Bawaslu Kab Bandung Barat.

Rute lainnya Cimareme- Kotabaru – Cikamuning – KPU Kab. Bandung Barat dan Pamucatan – Cikamuning- KPU Kab Bandung Barat.

Kendaraan yang akan digunakan adalah mobil kecil dan motor, serta peserta yang melakukan longmach dengan cara berjalan kaki.

Pada unjuk rasa sebelumnya, Ketua Koordinator Lima Serikat Buruh KBB, Dede Rahmat, berharap agar laporan yang dilakukan oleh ke empat Paslon bisa ditindak lanjuti oleh Bawaslu.

“isu-isu yang beredar di medsos dengan bukti video belum ditindak lanjuti stakeholder holder yang bersangkutan dalam Pilkada. Oleh karenanya kami menuntut Bawaslu lakukan tindakan sesuai kewenangannya,” kata Dede Rahmat.

Ia menyatakan pula bahwa Bawaslu terkesan tebang pilih dalam penegakan hukum soal pelanggaran Pilkada. Mana kala paslon Jeje – Asep Ismail melakukan pelanggaran di masa tenang, belum terlihat reaksi yang dilakukan Bawaslu.

“Kami menginginkan pemimpin di Bandung Barat yang memang jujur, adil tanpa terpilih karena money politics, kawan-kawan,” kata Dede.

“Hari ini kalau memang ada itikad baik dari Bawaslu, keluar sampaikan kepada kawan-kawan semuanya,” imbuh Dede.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *